Publikasi

PNM Kembangkan UMK Maritim Indonesia

10 November 2015 2249 views

Baubau, 29 Juli 2015 – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Kendari memberikan pelatihan bagi nasabah ULaMM dalam rangka Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) di wilayah Klaster Baubau khususnya bagi nasabah dengan sector usaha kemaritiman dengan total 200 peserta nasabah binaan PNM. Pelatihan kali ini menampilkan seorang akademisi dari Universitas Hasanuddin dan juga Pakar Ekonomi Abdul Rahman Farisi SE, MSE.

Setelah mendapatkan pembiayaan dari ULaMM, para pelaku UMK ini mendapatkan pembinaan dari PNM, antara lain berupa pelatihan, dengan tujuan agar mereka mampu memanfaatkan pembiayaan secara optimal sehingga usahanya bisa maju dan berkembang. Pelatihan di Kendari ini ini merupakan kelanjutan dari serangkaian pelatihan yang telah dan akan dilakukan PNM melalui 26 kantor cabang yang ada di seluruh Indonesia, dengan materi dan tenaga instruktur yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik di masing-masing daerah.

Executive Vice President Arief Mulyadi PT PNM (Persero) mengatakan, pelatihan di Baubau ini mengambil tema: “Bersama ULaMM PNM Cabang BauBau Menjadi Pengusaha Tangguh dan Tahan Banting”. “Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) saat ini semakin mengalami tantangan yang berat untuk tetap bertahan menjalankan bisnisnya. Keunikan produk atau jasa yang ditawarkan akan menjadi nilai unggul bagi mereka untuk tetap bertahan pada sektor bisnis yang ditekuni. Apalagi sector maritim saat ini menjadi salah satu program nasional oleh pemerintah. PNM akan mendukung pemberdayaan kemaritiman Indonesia melalui program pembinaan UMK di Baubau,” ungkap Arief di sela-sela pelatihan.

Para peserta mendapatkan penjelasan yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang mencakup kiat menjadi pengusaha sukses, pemetaan peluang usaha, pemasaran produk, keamanan berusaha, pengembangan kerjasama usaha, membentuk jaringan usaha, dan lain-lain. Melalui materi-materi tersebut para peserta semakin paham mengenai pentingnya manajemen usaha, peningkatan akses pembiayaan, memperluas jaringan hingga pemasaran. Di sela-sela pelaksanaan pelatihan akan dilaksanakan pula penyerahan penghargaan kepada Kelompok Teluk Palabusa serta kepada debitur ULaMM BauBau Usaha Mutiara dan Rumput Laut di Palabusa.

Pemimpin PNM cabang Kendari, Wisnandi Habang, menjelaskan Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari sekitar 70 % lautan dan 30 % daratan. Jadi tidak heran jika Indonesia mempunyai potensi kelautan dan kemaritiman yang sangat besar. Posisi Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa yang merupakan pertemuan arus panas dan dingin, menyebabkan sumberdaya hayati kelautan Indonesia begitu beraneka ragam. “Salah satunya di Baubau ini. PNM terus menggenjot nasabah dengan latar belakang usaha hasil kelautan, seperti mutiara dan rumput laut, untuk terus meningkatakan hasil usahanya,” terang Wisnandi.

Seluruh potensi maritim ini membutuhkan badan usaha untuk mengolah sumber daya menjadi pundi pundi uang untuk pemasukan negara. PNM sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikhususkan mengembangkan UMK hadir sebagai mitra di Baubau. Pembinaan PNM tidak hanya terbatas selama pelatihan, setelah pelatihan pun masih terus dilakukan pemantauan disertai bimbingan dan jasa konsultasi sesuai kebutuhan, baik menyangkut manajemen usaha, teknis produksi, administrasi keuangan, maupun pemasaran dan promosi usaha. Sedangkan untuk pembiayaan, pihak PNM selalu siap membantu sesuai dengan tingkat kebutuhan dan perkembangan usahanya, yang dilakukan melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).

“Ekonomi berbasis maritim mempunyai potensi pemasukan yang besar bagi negara. Potensi laut Indonesia diperkirakan mencapai US$ 1.200 miliar per tahun. Data pemerintah menunjukkan ada lebih dari 56,7 juta pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia. Jumlah ini mencakup 98% dari total pelaku UMKM. Namun, jika di-breakdown lagi mungkin hanya sekian persen pelaku UMK Indonesia yang berkecimpung di sektor maritim. Kesempatan yang masih amat besar inilah yang coba dibangun oleh PNM bersama-sama dengan nasabah kami dan juga pemerintah daerah setempat. Kami ingin menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” jelas Wisnandi secara mantap.

PNM cabang Kendari saat ini memiliki 13 kantor layanan ULaMM. Seiring dengan rencana pemekaran layanan PNM, cabang Kendari akan membawahi 8 kantor layanan ULaMM sedangkan sisanya akan masuk ke dalam wilayah kantor cabang baru. Hingga bulan Juni 2015 cabang Kendari berhasil mencatatkan total outstanding pembiayaan sebesar Rp 71,2 miliar dengan total nasabah penerima manfaat pembiayaan sebanyak 1.515 nasabah.

Download PNMagz