Publikasi

Eksistensi PNM di BUMN Hadir untuk Negeri

14 November 2015 2682 views

Jakarta, 23 Oktober 2015 – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sebagai lembaga keuangan non bank milik Negara, yang diberi tugas mengembangkan dan meningkatkan keterampilan pelaku UKM, kini kembali menggalakan kegiatan aktivitas pemasaran dengan bersinergi dengan BUMN Nasional.

Pada pagi hingga siang hari ini, PNM hadir dalam acara “BUMN Hadir Untuk Negeri” yang diadakan oleh Kementrian BUMN di Lapangan Parkir Kantor Kawasan Berikat Nusantara. Acara yang rencana dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Menteri BUMN, dan hampir 6.000 orang yang terdiri dari jajaran Direksi juga karyawan dari 68 BUMN ini sekaligus dimanfaatkan bagi PNM untuk menyerahkan bantuan modal mikro kepada tiga pelaku UMK nasabah binaannya.

Nasabah penerima bantuan dari PNM adalah Bapak Hartono, pemilik usaha Keripik singkong Jawara yang memperoleh mesin kemasan, lalu Ibu Ernawati pengrajin Batik Betawi yang mendapatkan bantuan berupa canting, alat cap serta kompor dan terakhir Bapak Caskim selaku pengusaha tape ketan dari Cirebon yang memperoleh bantuan berupa peralatan kukus untuk membantu saat produksi. PNM pun turut meramaikan acara dengan menggelar pameran produk-produk nasabah nusantara berjenis kerajinan dan makanan.

Parman Nataatmadja, Direktur Utama PNM mengatakan “Pemberian bantuan kepada nasabah – nasabah unggulan PNM dirasa perlu untuk mewujudkan amanat yang telah diberikan ke PNM, yaitu sebagai mitra bagi pelaku UKM. Kemudian, mengingat pasar global ASEAN yang sudah di depan mata, maka PNM pun harus semakin giat memberi perhatian serta mendorong semangat nasabah agar dapat bersaing di pasar global”, ungkap Parman.

Bentuk bantuan lain yang diberikan PNM untuk nasabah binaannya adalah berupa program Pengembangan Kapasitas Usaha. Program ini berupa pelatihan untuk pelaku UKM yang berisikan kiat-kiat berwiraswasta agar dapat terus tumbuh dan bersaing di pasar. “Kami memang tidak hanya sekedar memberi bantuan berupa modal, namun kami pun mengajak nasabah untuk dapat bertanggungjawab dengan modal yang sudah kami berikan dengan terus mengembangkan usaha mereka,” ujar Parman.

Parman menambahkan program PKU secara aktif selalu dilaksanakan di 62 cabang PNM di seluruh nusantara. Pelatihan yang diberikan pun menyesuaikan kondisi masing-masing provinsi seperti pembekalan akan ilmu pemasaran, ketrampilan berusaha serta motivasi usaha. PNM berkomitmen untuk mendampingi pelaku UKM di Indonesia, oleh sebab itu program pembiayaan dan pelatihan bagi UKM menjadi satu paket dan uniqness yang tidak dapat dipisahkan karena PNM merasa harus bertanggung jawab dalam perkembangan UMK di tanah air.

Sebagai tambahan informasi, sejak Juni 2015 PNM melakukan perluasan jaringan dari 26 Cabang menjadi 62 Cabang di seluruh Indonesia. PNM saat ini memiliki jaringan layanan di 2.793 kecamatan 595 kantor Unit Layanan Modal Mikro atau ULaMM. sejak 2009 hingga penutupan di September 2015 PNM telah berhasil menyalurkan 23.1 Triliun, dan di 2015 telah menyalurkan sebesar 1.53 Triliun. Penambahan populasi UKM pun terus bertambah dan saat ini PNM telah memiliki 237 ribu pelaku UKM di seluruh Indonesia.