Publikasi

'Kartini Masa Kini Award' Oleh PNM

26 May 2017 453 views

Dalam rangka memperingati hari Kartini, PT Permodalan Nasional Madani memberi penghargaan ‘Kartini Masa Kini Award’  kepada tiga nasabah wanita yang telah sukses  berwirausaha di Balai Sarwono, Jakarta pada hari Rabu (26/04/2017). Wanita – wanita yang mendapat penghargaan tersebut adalah Rohk Hilmi sebagai pengusaha keripik dan kerupuk rumput laut asal Mataram; Lalu Suratmi, pengusaha keripik tempe asal Kediri, dan Lis Aisyah sebagai pengusaha tahu asal Sukabumi. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi kepada pengusaha perempuan gigih dan tangguh yang berkontribusi pada ekonomi kerakyatan.

 

Arief Mulyadi selaku Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha PNM menyatakan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam kemajuan UMK di Indonesia; sebab para perempuan yang sebagian besar menjalankan UMK. Harapan ke depan, bagi pihak yang menerima penghargaan lebih bersemangat menjalankan usaha juga memberi dampak dalam memajukan lingkungan sekitarnya selayaknya Ibu Kartini.

 

Dalam profilnya, Ibu Baiq Rohk Hilmi merupakan ibu rumah tangga di Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram NTB. Ditengah kesibukannya, beliau sukses menjalankan usaha keripik

 

Arief Mulyadi, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha PNM mengatakan, perempuan memiliki peran yang penting dalam kemajuan UMK di Indonesia, sebagian besar usaha UMK dijalankan perempuan.

"Harapannya ke depan nasabah penerima penghargaan akan lebih bersemangat menjalankan usaha dan memberikan banyak kemajuan pula kepada lingkungan sekitarnya, seperti Ibu Kartini," ujar Arief.

 

Baiq Rohk Hilmi sehari-hari merupakan ibu rumah tangga di Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, NTB.  Di tengah kesibukannya, dia sukses menjalankan usaha keripik dan kerupuk rumput laut. Ibu Rohk pun bertekad untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan usahanya sekarang ini dan menjadi motivator dalam bidang usaha. Saat ini, Ibu Rohk sudah memiliki 50 orang karyawan di beberapa wilayah dan mampu mendatangkan pendapatan bagi banyak ibu rumah tangga sekitarnya.

 

Sementara Iis Aisyah dikenal sebagai pengusaha tahu asal Sukabumi dengan mengawali usaha mereka pada tahun 1998 dengan 3 pegawai dan memproduksi 20 kg keledai, produksi tahu beliau mengutamakan kualitas, kebersihan, dan kesehatan. Saat ini Ibu Iis memiliki 18 karyawan yang merupakan warga sekitar pabrik dan mampu memproduksi 600-800 kg keledai per hari. Kunci keberhasilan dalam mengembangkan usaha ialah ketekunan. Beliau melakukan dengan ikhlas, tidak manja, dan pantang menyerah.

 

Kemudian profil terakhir dari penerima penghargaan ini adalah Suratmi selaku pemilik usaha keripik tempe dari Kediri yang telah dipasarkan hingga mancanegara. Sambil menjalankan usaha keripiki tempe, Ibu Suratmi memperluas usaha pada bidang plastik dan pelopor usaha budi daya pohon belimbing. Menurutnya, di Kediri banyak pengusaha tempe, maka dari itu Ibu Suratmi melihat peluang dari tempe mentah menjadi keripik. Saat ini Ibu Suratmi merupakan Ketua Asosiasi Keripik Tempe Kediri dan memiliki 15 kelompok binaan.


___

Sumber

Download PNMagz