Publikasi

Perusahaan Reasuransi Mendukung Pengembangan UMKM

20 July 2017 456 views

Indonesia Re sebagai Perusahaan reasuransi Indonesia membantu UMKM Indonesia mengembangkan UMKM dengan memberikan dana sebesar lebih dari 19 miliar melalui program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tahun 2017.

 

Fredi Aries Setiawan selaku PKBL dan CSR Group Head Indonesia Re mengatakan bahwa hadirnya Indonesia Re dalam kegiatan Program Kemitraan dan Bina Lingkngan meupakan usaha untuk mendukung capacity building dan kemandirian UMKM di seluruh Indonesia.

 

Menurutnya, PKBL merupakan program penting untuk mengembangkan UMKM dan bisnis warga di berbagai daerah. Kontribusi dari Indonesia Re merupakan bentuk dukungan untuk memajukan ekonomi nasional. Melalui program tersebut, para mitra binaan diberikan pinjaman modal dan pelatihan, pengembangan serta bantuan pembentukan koperasi sebagai sarana jual-beli produk mereka. Diharap ke depannya, mereka dapat menjalankan usaha secara mandiri.

Fredi menambahkan, bahwa diadakannya  kerjasama antara PNM Indonesia Re dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) adalah untuk menggelar PKBL. Tujuannya mewujudkan sinergi BUMN yang berfokus pada capacity building UMKM di seluruh Indonesia. Kerjasama ini dilakukan karena Indonesia Re sendiri tidak memiliki cabang, sehingga kerjasama dengan PNM merupakan pilihan baik untuk mendapat mitra binaan tepat dari seluruh pelosok Indonesia.

Di kesempatan terpisah, Ronald Rama Lesmana selaku Officer Program Comdev BUMN PNM menjelaskan kerjasama dengan Indonesia Re merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat, khususnya UMKM. Ronald menambahkan,  diharapkan kerjasama dapat berlangsung lama dan manfaat dari sinergi BUMN dirasakan positif terhadap perkembangan UMKM di seluruh Indonesia.

Setelah sukses menyelenggarakan PKBL di Jawa Tengah dan Yogyakarta pada tahun lalu, kini Indonesia Re merambah ke provinsi Jawa Timur, Riau, Sumatera Barat, dan Bali. Fredi berharap agar ada lebih banyak UMKM dari berbagai pelosok daerah tersentuh oleh PKBL karena peran UMKM yang begitu potensial namun masih belum tergali karena keterbatasan dana dan kemampuan. "Harapan kami tentu para mitra binaan kami tak hanya dapat mandiri dalam usahanya, tapi juga dapat menyokong perekonomian di daerahnya masing-masing," ungkap Fredi.

Kemudian, kesuksesan penyelenggaran PKBL di Jawa Tengah dan Yogyakarta pada tahun lalu. Kini Indonesia Re mulai merambah PKBL ke provinsi Jawa Timur, Riau, Sumatera Barat, dan Bali. Fredi berharap agar PKBL dapat menyentuh lebih banyak UMKM yang belum tergali potensialnya karena keterbatasan dana dan kemampuan. Juga para mitra binaan tidak hanya mandiri dalam usaha tapi juga menyokong perekonomian di daerah masing-masing.

Latar belakang dari reasuransi merupakan sebuah perusahaan yang mengasuransikan perusahaan asuransi. Reasuransi memiliki peran fundamental yaitu jika perusahaan asuransi tidak mereasuranskan premi mereka, maka ada kemungkinan perusahaan tersebut bangkrut  karena besarnya risiko beban klaim. Julian Noor selaku Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mengatakan bahwa perusahaan asuransi harus menyebarkan risiko yant tidak mamp ditanggung sendiri. Oleh sebab itu, reasuransi merupakan kebutuhan bagi perusahaan asuransi untuk menyebarkan risiko.

Novis Asria selaku Corporate Secretary menjelaskan bahwa seperti nasabah pemegang polis yang membagikan risiko mereka ke perusahaan asuransi, maka seperti itu perusahaan re asuransi ada untuk melindungi perusahaan asuransi dari kemungkinan klaim yang besar. Ditambah juga bahwa kejadian besar di Jakarta memiliki nilai klaim besar terhadap property dan kendaraan bermotor. Sehingga menghasilkan nilai klaim besar bagi perusahaan asuransi dan menjadi beban keuangan yang harus dikelola.

Novis menambahkan  bahwa inilah peran perusahaan reasuransi, untuk berbagi risiko yang ditanggung perusahaan asuransi tersebut. Dimana perusahaan reasuransi memiliki peran untuk me-recovery perusahaan asuransi dalam menangani klaim nasabah.

__

Sumber

Download PNMagz