Publikasi

Dirut PNM Raih Penghargaan Pembina UKM Terbaik

24 July 2017 261 views

Pada UNS SME’s Summit and Award 2017 di Gedung UNS Inn-Solo, Jumat (14/7), Direktur Utama PT Permodalan Madani menerima penghargaan sebagai Pembina UKM Terbaik. Penghargaan ini diberikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Pusat Studi Pendampingan Koperasi UMKM.

Menurut Kunto Adi selaku Ketua Panitia UNS SME’s Summit and Awards 2017, usulan penerima penghargaan tersebut diberikan oleh Asosiasi Business Development Service Indonesia (ABDSI) dan Pusat Studi Pendampingan Koperasi dan UMKM, LPPM-UNS, Solo.

Ketua Panitia UNS SME’s Summit and Awards 2017, Kunto Adi mengatakan, usulan penerima award tersebut berasal dari Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) dan Pusat Studi Pendampingan Koperasi dan UMKM, LPPM-UNS, Solo. Tujuan dari UNS SME’s Awards adalah memberikan penghargaan atas kinerja individu maupun instansi, lembaga pemerintah, BUMN, dan swasta dalam usaha untuk memberdayakan koperasi serta UMKM. Penganugerahan UNS SME’s Awards tahun 2017 kali ini diberikan dalam 14 kategori. Menurutnya, penganugerahan adalah bentuk apresiasi luar biasa kepada instansi dan individu yang memperdulikan pengembangan UMKM di Indonesia.

Diharapkan penghargaan ini mampu memberi motivasi atau mendorong penerima penghargaan, juga pihak yang belum berperan dalam pengembangan UMKM. Agar mereka bergerak untuk berkontribusi memberi dukungan UMKM yang kreatif, mandiri, dan mampu bersaing di pasar lokal dan luar negeri.

Sementara penghargaan yang diterima oleh PNM Parman Nataatmadja diberikan melalui penilaian dari Universitas Sebelas Maret Solo, Kementrian BUMN, Kementrian UKM, serta lembaga riset independen dari tim UNS SME’s Awards.

Parman menanggapi, meskipun UKM di Indonesia sangat banyak namun kapasitas Indonesia masih dibawah Thailand. Menurutnya, pemerintah Thailand mendukung penuh keberadaan UKM. Meskipun begitu, sebagai penerima penghargaan Individu kategori Pembina UKM Terbaik, Parman mengatakan bahwa beliau berhasil melakukan Bersama dengan PNM dalam mengembangkan UKM Indonesia, seperti membina para nasabah PNM untuk membuka wawasan serta melatih mereka. Membuka dan melatih yang dimaksud adalah membawa salah satu pelaku UKM ke Thailand untuk studi banding dan memberi pelatihan. Pelatihan yang diberikan merupakan management production, management marketing, dan  packaging training. Salah satu materi pelatihan yaitu packaging training. Pelatihan ini cukup membantu untuk para pelaku UKM khususnya produk bukan makanan agar belajar untuk memberi sentuhan akhir pada packaging. Sehingga produknya dapat bersaing tidak hanya di lokal namun juga mancanegara. Sementara untuk pelaku UKM dengan produk makanan, masih banyak hal yang dibenahi. 

Parman berharap kedepannya, UKM tidak hanya bersaing di MEA Sehingga pelaku UKM Indonesia mampu menambah kapasitasnya. Namun pelaku Indonesia mampu mengekspor ke pasar mancanegara salah satunya Thailand, tidak hanya mengimpor barang dari Thailand. 

___
Sumber & Gambar