Publikasi

Lampu Hias Kelas Mancanegara dari Banyuwangi

10 August 2017 74 views

Tidak banyak yang menyangka jika lampu hias merek Paul Neuhaus asal Jerman merupakan hasil produk Banyuwangi. Lampu hias in diproduksi oleh sentra produksi bernama Husna Art. Sentra Produksi ini bertempat di Desa Sumber Beras, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Ditemui pada Kamis (20/7/2017) di Banyuwangi, sentra produksi Husna Art ini dimiliki oleh Prayitno Pribadi. Yitno mengaku bahwa produknya sudah dipasarkan ke beberapa belahan dunia. Selain negara Jerman, produk ini juga dipasarkan ke Jepang dan Australia. 

Usaha lampu hias ini telah ditekuni Yitno sejak 12 tahun lalu berawal di Ubud, Bali. Produk lampu hias ini memiliki dekor kerang dan kulit telur. Dari kedua bahan tersebut, Yitno dan sentra produksinya mampu mengubahnya menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Lampu hias milik Yitno dipasarkan dari harga Rp 50.000 hingga Rp 1,5 juta. Setiap harinya, sentra produksi Husna Art mampu memproduksi 150 kerajinan.

Keunggulan lampu hias milik Yitno adalah ramah lingkungan. Hal ini membuat lampu hiasnya mampu diterima di banyak negara. Setiap bulannya, sentra produksi Husna Art mampu menghasilkan hingga satu kontainer untuk di ekspor.

Usaha kerajinan ini telah Yitno rintis sejak ia tinggal di Bali. Pada awalnya, ia hanya memasarkan produknya dari mulut ke mulut. Tetapi, produk lampu hias kerang dan kulit telurnya justru diminati oleh banyak wisatawan mancanegara. Banyaknya peminat membuat Yitno serius untuk memproduksi lampu hias kerang dan kulit telur. Ia bahkan berhenti dari profesi sebelumnya yaitu sebagai pegawai sebuah hotel, demi menekuni usahanya. Yitno mengakui bahwa ia adalah lulusan perhotelan dan berpengalaman bekerja di hotel selama 20 tahun.

Kemudian, setelah peminat produk dari wisatawan di Bali makin banyak, Yitno memutuskan untuk ke kampung halaman di Banyuwangi. Yitno ingin mendirikan sentra produksi Husna Art yang pada dahulu merupakan tempat kandang sapi. 

Di banyuwangi, usaha bisnisnya semakin menguntungkan. Menurutnya mudah untuk mendapatkan bahan baku lampu hias di Banyuwangi. Selain itu, membangun sentra produksi ini membuka lapangan kerja bagi warga sekitarnya. Pekerja sentra produksi Husna Art sudah mencapai 30 orang.

Usaha Yitno cepat berkembang karena daerah Banyuwangi sendiri berkembang pesat. Terdapat daerah yang menjadi tujuan wisata oleh wisatawan. Yitno pun berharap banyaknya wisatawan dapat mendorong pemasaran produknya untuk dikenal dalam negeri. Sebab, saat ini sebesar 75% produk lampu hiasnya dipasarkan ke luar negeri dibanding dalam negeri. Jika produknya dapat diterima oleh pasar dalam negeri, lampu hias ini cocok untuk menjadi atribut interior hotel dan kafe.

Dalam membangun usahanya, Yitno mendapatkan pinjaman modal dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Ulamm). Yitno sudah mejadi nasabah PNM sejak tahun 2011. Awalnya ia meminjam modal sebesar Rp 200 juta untuk mengembangkan usahanya. 

Menurutnya, PNM sangat membantu dalam mengembangkan usahanya. Sebab, ia dapat meminjam dengan bunga murah sebesar 1,2 pesen serta adanya pendampingan dalam proses usaha, sesaat setelah pencairan modal.

__

Sumber