Publikasi

PNM Meningkatkan Kesejahteraan dengan Membangun UMKM

20 September 2017 180 views

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengadakan kegiatan yaitu memberikan motivasi kepada 50 nasabah program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) beserta 15 nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) di Jakarta pada hari Sabtu (16/9). Kegiatan ini merupakan upaya pendampingan, pendampingan, dan pengarahan untuk memotivasi nasabah UlaMM dan Mekaar dalam mencapai target usaha mereka.

Bambang Brodjonegoro selaku Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas mengatakan bahwa kunci pertumbuhan ekonomi pada masa sekarang adalah investasi di bidang UMKM. Baginya, bukan jumlah wirausahawan yang ada, namun kunci yang utama adalah kualitas mereka. Wirausahawan yang kuat berasal dari kelas menengah, meskipun kelas atas akan selalu ada, namun kualitas bawah suatu saat akan berada di kelas menengah.

Menteri Bambang juga mengapresiasi PNM yang mendukung usaha nasabahnya melalui pendampingan, sebab para UMKM itu memang harus diberi pendampingan agar kualitas mereka semakin baik dan meminimalisir kemunduran usaha.

Bambang menambahkan, bahwa peran PNM tidak hanya semata keuangan mikro namun micro plus juga. Dikarenakan PNM memberikan pendampingan, bila dibandingkan dengan keuangan mikro lain yang menganggap pendampingan akan menambah beban sebab harus merekrut orang untuk mendampingi mereka. Bagi PNM pemberian pendampingan untuk menjaga para nasabah agar kredit tidak macet.

Sementara Direktur Utama PNM Parman Natatmadja mengatakan bahwa masalah para pengusaha tidak hanya mengenai modal. Pengetahuan mereka mengenai tata cara usaha dan pengembangan jaringan usaha perlu diberikan agar mereka lebih mengerti dan mudah melakukannya.

Parman menjelaskan bahwa sejak 2008 PNM memberikan pendanaan yang disertai program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang telah memajukan beragam usaha nasabah ULaMM melalui pemberian motivasi dan pelatihan yang disertai program klaterisasi usaha yang berdasar pada kesamaan produk ataupun kesamaan geografis.

Beliau menjelaskan juga bahwa PNM menanamkan nilai jujur, disiplin dan kerja keras agar para nasabah dapat menjalankan usaha mereka dengan lancar serta berkelanjutan. Program ini merupakan keunggulan yang membedakan lembaga PNM dengan lembaga pembiayaan usaha lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, PNM menghadirkan lima nasabah binaan. Mereka hadir untuk membagikan kisah dan kiat sukses mereka. Para nasabah tersebut adalah Bambang Hartono (Pengrajin Kulit dari Denpasar), Hartono (Pengusaha Kripik Singkong dari Tangerang), Lena Hakmawardati (Pengusaha Busana Muslim dari Tasikmalaya), Suratmi (Pengusaha Kripik Tempe dari Kediri) dan Yitno Pribadi (Pengrajin Lampion dan Kap Lampu dari Banyuwangi).

Selain nasabah mendapat motivasi, kegiatan ini menjadi ajang pameran produk seperti batik, hasil kulit olahan makanan dan kerajinan serta sambil para nasabah saling membangun jaringan usaha nasabah ULaMM yang hadir dari berbagai kota di Indonesia.


Disadur dari Berita Satu

Download PNMagz