Publikasi

PNM Mengeluarkan Obligasi 1 Triliun untuk Pendanaan

28 September 2017 226 views

Penerbitan obligasi berkelanjutan tahap II senilai Rp 1 triliun dapat di wujudkan pada November tahun ini. Menurut Direktur Utama Permodalan Nasional Madani (PNM), Parman Nataadmaja di Jakarta menyatakan bahwa penggunaan dana dari penjualan obligasi adalah sebagai pendanaan nasabah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Parman menuturkan juga bahwa perusahaan akan menargetkan nasabah hingga akhir tahun sebanyak 2 juta orang. Maka dari itu, PNM membutuhkan dana sebesar 4 triliun. Selain dari obligasi, penggalangan dana juga melalui penerbitan RDPT sekitar Rp 300 miliar pada bulan Oktober ini, dan sisanya dari bank.

Pada pertengahan tahun 2016, PNM telah menembus 1 juta nasabah program Mekaar per tanggal 16 Juni 2017. Program Mekaar sendiri mulai pada akhir 2015, telah mencapai 1.002.432 nasabah. Sasaran nasabah Mekaar sendiri merupakan para perempuan dari kalangan pra-sejahtera. Pinjaman dana yang diberikan berkisar Rp 2 juta sampai 5 juta per nasabah.

Sebagai informasi, pada tahun ini perseroan PNM menargetkan dua juta nasabah dan saat ini telah mencapai 1,06 juta nasabah. Dalam pencapaian target, perusahaan berupaya untuk menambah jumlah kantor cabang di 34 provinsi. Saat ini, kantor cabang PNM telah berada di 29 provinsi. Target penambahan telah di estimasi akan rampung pada tahun ini.

Upaya berikut dalam mencapai target dua juta nasabah yaitu melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Data menunjukkan bahwa sekarang terdapat 1 juta nasabah yang menerima permodalan dari PNM. Mekaar sendiri merupakan pembiayaan untuk perempuan pra-sejahtera berbasis kelompok yang aktif dalam ekonomi. Tujuan program ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil melalui pemberdayaan perempuan.

Program Mekaar memberikan pinjaman modal kepada pelaku usaha super mikro dengan dana sebesar Rp 2 hingga 5 juta tanpa ada jaminan. Pembiayaan ini menggunakan metode tanggung renteng. Dengan metode ini,saat salah satu nasabah yang tidak membayar pengembalian pinjaman maka kelompok dari anggota tersebut harus menanggungnya. Satu kelompok binaan terdiri dari 10-30 perempuan yang pra sejahtera.

Sumber dari Okezone

Download PNMagz