09 April 2026

8 Kegiatan Melestarikan Lingkungan yang Bisa Dilakukan UMKM

8 Kegiatan Melestarikan Lingkungan yang Bisa Dilakukan UMKM

Di tengah persaingan usaha yang makin ketat, pelaku UMKM nggak cuma dituntut kreatif dalam jualan, tapi juga mulai memerhatikan dampak bisnisnya terhadap lingkungan. 

Mulai dari penggunaan plastik, limbah produksi, sampai pemakaian energi berlebih, semuanya bisa jadi masalah kalau nggak dikelola dengan baik.

Padahal, sekarang konsumen makin sadar dan mulai mempertimbangkan aspek tersebut sebelum membeli. Kalau hal ini diabaikan, bukan cuma lingkungan yang terdampak, tapi juga kepercayaan terhadap bisnis kamu bisa ikut menurun.

Nah, biar lebih bertanggung jawab terhadap usahamu, penting banget buat mulai menerapkan berbagai kegiatan melestarikan lingkungan dari sekarang. Yuk, simak artikel ini sampai akhir!

Kegiatan Melestarikan Lingkungan yang Bisa Dilakukan UMKM

Sebenarnya, menerapkan bisnis yang ramah lingkungan nggak selalu harus langsung memberikan perubahan besar. Justru, banyak langkah sederhana yang bisa langsung kamu lakukan dari sekarang. Berikut beberapa contoh kegiatan melestarikan lingkungan yang bisa kamu lakukan sebagai pengusaha UMKM:

1. Menggunakan Bahan Baku Ramah Lingkungan

Salah satu langkah awal dalam cara menjaga kelestarian lingkungan adalah dengan memilih bahan baku yang lebih aman untuk alam.

Kalau selama ini kamu masih menggunakan bahan kimia atau material yang sulit terurai, coba mulai beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan. 

Misalnya, menggunakan pewarna alami untuk produk tekstil atau bahan organik untuk produk makanan dan kecantikan.

Selain lebih ramah lingkungan, produk kamu juga bisa punya nilai jual lebih karena mengikuti tren gaya hidup berkelanjutan.

2. Mengurangi Penggunaan Plastik dan Produk Sekali Pakai

Plastik menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar yang sulit terurai. Karena itu, mengurangi penggunaannya termasuk dalam cara menjaga lingkungan alam yang paling penting. Kamu bisa mulai dari hal sederhana, seperti:

- Mengganti kantong plastik dengan tas belanja.

- Mengurangi sedotan plastik.

- Menghindari kemasan sekali pakai.

Kalau kamu punya usaha kuliner, coba gunakan wadah yang bisa dipakai ulang atau bahan yang lebih mudah terurai.

3. Menggunakan Kemasan Ramah Lingkungan

Kemasan sering kali langsung dibuang setelah produk digunakan. Maka dari itu, memilih kemasan yang bisa didaur ulang atau biodegradable adalah langkah penting dalam cara memelihara lingkungan.

Selain mengurangi limbah, kemasan ramah lingkungan juga bisa meningkatkan daya tarik produk kamu, terutama bagi konsumen yang peduli lingkungan.

4. Mengelola Limbah dengan Sistem 3R

Setiap usaha pasti menghasilkan limbah, tapi yang membedakan adalah cara mengelolanya. Kamu bisa mulai dengan sistem 3R  (Reduce, Reuse, Recycle):

- Mengurangi limbah dari awal produksi (Reduce).

- Menggunakan kembali bahan yang masih bisa dipakai (Reuse).

- Mendaur ulang limbah menjadi produk baru (Recycle).

Cara ini bukan hanya membantu lingkungan, tapi juga bisa membuka peluang usaha baru dari hasil daur ulang.

Baca juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PNM Jadikan 10 Kampung Madani Pusat Edukasi Pilah Sampah

5. Memanfaatkan Sumber Daya Lokal

Mengambil bahan baku dari daerah sekitar bisa membantu mengurangi jejak karbon (polusi yang dihasilkan dari aktivitas manusia) dari proses distribusi.

Misalnya, kalau kamu punya usaha kuliner, kamu bisa menggunakan sayur dan bahan masakan dari petani lokal di sekitar tempat usaha. 

Dengan begitu, proses pengiriman jadi lebih dekat sehingga mengurangi polusi dari transportasi, sekaligus membantu meningkatkan pendapatan petani di daerahmu.

6. Menghemat Energi dan Memanfaatkan Cahaya Alami

Penggunaan listrik yang berlebihan juga berdampak pada lingkungan. Sebagai alternatif, kamu bisa memanfaatkan pencahayaan alami di siang hari untuk operasional usaha.

Selain lebih ramah lingkungan, cara ini juga bisa membantu menekan biaya operasional.

7. Mengurangi Penggunaan Kertas dan Beralih ke Digital

Dalam operasional bisnis, penggunaan kertas sering kali nggak terkontrol. Padahal, ini bisa berdampak pada penumpukan sampah.

Mulai sekarang, kamu bisa beralih ke sistem digital untuk pencatatan, transaksi, atau promosi. Ini termasuk langkah sederhana dalam cara menjaga kelestarian lingkungan yang sering diabaikan.

8. Mengajak Pelanggan Ikut Peduli Lingkungan

Upaya menjaga lingkungan nggak cuma berhenti pada pelaku usaha saja. Kamu juga bisa mengajak pelanggan untuk ikut berkontribusi.

Contohnya:

- Memberikan edukasi cara merawat produk agar lebih awet.

- Mengajak pelanggan membawa tas belanja sendiri.

- Menyediakan program pengembalian kemasan untuk didaur ulang.

Dengan begitu, dampak positifnya bisa lebih luas.

Baca juga: PNM Ajak Nasabah Unggulan CariTauLangkahBaru Usaha Daur Ulang

Bagaimana Cara PNM Membantu UMKM dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan?

Sebagai lembaga keuangan non-bank, PNM nggak hanya fokus pada pembiayaan untuk usaha ultra mikro, mikro, dan kecil, tetapi juga berkomitmen dalam menjaga lingkungan dan memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.

Salah satu bentuk nyatanya adalah melalui program Kampung Madani, yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR PT Permodalan Nasional Madani.

Kampung Madani merupakan program pemberdayaan masyarakat berbasis desa yang dirancang untuk mengembangkan potensi ekonomi, sosial, pendidikan, hingga lingkungan secara terintegrasi. Melalui program ini, PNM nggak hanya membantu dari sisi usaha, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem yang lebih ramah lingkungan.

Salah satu implementasi program ini bisa dilihat di Kampung Madani Cibodas, Bandung. Di sana, PNM memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk mengolah limbah kotoran ternak menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Beberapa hasil dari kegiatan ini antara lain:

- Mengolah kotoran sapi menjadi pupuk kompos.

- Menghasilkan biogas sebagai bahan bakar memasak.

- Mengembangkan produk vermikompos untuk pertanian.

Dampaknya nggak cuma mengurangi pencemaran lingkungan, tapi juga membantu masyarakat menekan pengeluaran dan menambah penghasilan. Bahkan, warga yang sebelumnya nggak memahami pengolahan limbah kini bisa memanfaatkannya sebagai peluang usaha.

Komitmen PNM dalam mengembangkan program berkelanjutan ini juga mendapat apresiasi. Salah satunya melalui penghargaan dalam Anugerah Ekonomi Hijau 2025.

Penghargaan ini diberikan atas kontribusi PNM dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang bukan hanya mendorong pertumbuhan usaha, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan sosial masyarakat.

Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan UMKM bisa berjalan seiring dengan kegiatan melestarikan lingkungan.

Itulah pembahasan mengenai berbagai kegiatan melestarikan lingkungan yang bisa dilakukan UMKM di sekitar kita. Dari langkah sederhana, seperti mengurangi plastik hingga mengelola limbah, semuanya bisa dimulai dari sekarang tanpa harus menunggu usaha besar.

Pada akhirnya, menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab individu, tapi juga bagian dari cara menjalankan bisnis yang lebih bijak dan berkelanjutan. 

Hal ini juga sejalan dengan upaya yang dilakukan PNM melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), seperti Kampung Madani, yang mendorong pengusaha UMKM dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Dengan menerapkan cara menjaga lingkungan alam dalam aktivitas usaha, kamu nggak hanya membantu bumi tetap lestari, tapi juga membangun bisnis yang lebih relevan dan berdampak di masa depan.

Baca juga: Dukung Kinerja Positif Semester 1, PNM Sabet Enam Penghargaan Bergengsi