08 April 2026

Cara Mendapatkan Modal Usaha Mikro dan Tips Mengajukannya

Cara Mendapatkan Modal Usaha Mikro dan Tips Mengajukannya

Ada banyak usaha kecil yang merintis dari usaha rumahan, misalnya warung kecil, bengkel, usaha kerajinan, sampai ternak hewan.

Usaha seperti ini biasanya nggak membutuhkan modal besar di awal, tapi tetap perlu dana supaya usaha bisa terus berjalan.

Masalahnya, saat pendapatan usaha masih terbatas, kadang jadi sulit untuk menambah stok barang atau memenuhi kebutuhan usaha lainnya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, modal usaha mikro bisa membantu kamu menjaga usaha tetap berjalan sekaligus membuka peluang untuk berkembang.

Lalu, sebenarnya usaha seperti apa yang termasuk jenis usaha mikro? Apa saja fungsi modal usaha mikro untuk mendukung usaha kecil? Dan bagaimana cara mengajukan pinjaman modalnya?

Di artikel ini kamu akan menemukan penjelasan tentang definisi dan fungsi modal usaha mikro, serta tips mengajukan pinjaman modal yang perlu kamu pahami sebelum memutuskan untuk meminjam dana. Yuk, simak penjelasannya sampai selesai!

Definisi Modal Usaha Mikro

Modal usaha mikro adalah dana yang digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha dalam skala kecil. 

Dana ini biasanya digunakan untuk berbagai kebutuhan usaha, seperti membeli bahan, menambah perlengkapan usaha, dan membayar kebutuhan operasional agar usaha bisa terus berjalan.

Selain itu, modal juga bisa digunakan untuk mendukung kegiatan pemasaran dan promosi supaya usaha kamu semakin dikenal oleh lebih banyak pelanggan.

Usaha mikro biasanya dijalankan oleh perorangan atau keluarga dengan jumlah pekerja yang tidak banyak. Skala usahanya juga masih kecil dan sering kali dimulai dari modal yang terbatas, misalnya dari tabungan sendiri atau pinjaman kecil.

Contoh usaha mikro juga cukup mudah ditemukan di sekitar kita, seperti warung makan kecil, toko kelontong, tukang cukur, usaha jahit, dan lainnya.

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM yang kemudian diperbarui dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021, kriteria usaha yang termasuk jenis mikro, yaitu:

- Modal usahanya paling banyak Rp1 miliar, nggak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

- Penjualan dalam setahun paling banyak Rp2 miliar.

Fungsi Modal Usaha Mikro

Supaya modalnya bisa digunakan dengan tepat, berikut beberapa fungsi modal usaha mikro yang perlu kamu tahu:

1. Membantu Usaha Tetap Berjalan

Modal bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan usaha sehari-hari. Misalnya untuk membeli bahan baku, menambah stok barang dagangan, atau menutup biaya operasional lainnya. Dengan modal yang cukup, kegiatan usaha bisa berjalan lebih lancar tanpa harus khawatir kekurangan dana.

2. Menambah Jumlah Produksi

Tambahan modal juga memungkinkan pelaku usaha membuat atau menjual lebih banyak produk. Contohnya, kamu bisa membeli bahan baku dalam jumlah lebih besar atau menambah stok barang yang paling laris. Dengan begitu, peluang mendapatkan keuntungan juga bisa meningkat.

3. Membantu Mengembangkan Usaha

Modal usaha mikro juga bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha secara bertahap. Misalnya dengan menambah variasi produk, memperbesar kapasitas produksi, atau memperluas tempat usaha supaya bisa melayani lebih banyak pelanggan.

4. Meningkatkan Kualitas Produk

Dengan modal tambahan, pelaku usaha juga bisa memperbaiki kualitas produk yang dijual. Misalnya, dengan membeli bahan yang lebih baik, mengganti peralatan usaha yang sudah lama, atau meningkatkan proses produksi agar hasilnya lebih maksimal.

Baca juga: Bukan Sekadar Bazaar, PNM Hadirkan Ruang Tumbuh dan Silaturahmi UMKM di PFL 2025

Tips Mengajukan Pinjaman Modal Usaha Mikro

Sebelum mengajukan pinjaman modal usaha mikro, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar proses pengajuan bisa berjalan lebih lancar dan sesuai dengan kebutuhan usaha. 

Berikut beberapa tips mengajukan pinjaman modal usaha mikro yang bisa kamu pertimbangkan:

1. Cek Keuangan Usaha

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengecek kondisi keuangan usaha. Pastikan kamu memahami dengan jelas apakah usaha kamu benar-benar membutuhkan tambahan modal dari pinjaman.

Selain itu, kamu juga perlu menentukan tujuan penggunaan pinjaman tersebut. Misalnya, untuk membeli stok barang, menambah peralatan usaha, atau memperluas tempat usaha.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah menghitung berapa besar kebutuhan modal yang diperlukan. Dengan mengetahui kebutuhan modal secara rinci, kamu bisa menghindari pengajuan pinjaman yang terlalu besar atau justru terlalu kecil.

2. Ambil Pinjaman di Lembaga Resmi

Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan kamu memilih lembaga keuangan yang resmi dan terpercaya. Hal ini penting agar proses pinjaman berjalan sesuai aturan.

Salah satu contohnya adalah PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yaitu lembaga keuangan milik negara yang fokus membantu pelaku usaha mikro dan kecil. 

Seluruh layanan pembiayaan PNM sudah memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga prosesnya diawasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Memilih lembaga resmi juga membantu kamu menghindari risiko penipuan yang sering terjadi pada layanan pinjaman tidak jelas.

Perlu diketahui juga bahwa di PNM, proses pengajuan pinjaman dilakukan secara langsung melalui kantor unit. Artinya, nggak ada pengajuan pinjaman yang dilakukan secara online.

Karena itu, kamu perlu selalu berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan PNM dan menawarkan pinjaman melalui pesan pribadi atau aplikasi. 

Pastikan kamu hanya mendapatkan informasi dari sumber resmi seperti website pnm.co.id, call center 1500-654, atau media sosial resmi PNM.

Baca juga: PNM Dorong Pemberdayaan Program ULaMM untuk Menguatkan UMKM

3. Pilih Pinjaman Sesuai Kebutuhan

Setiap usaha memiliki kebutuhan modal yang berbeda. Karena itu, penting untuk memilih jenis pinjaman yang sesuai dengan kondisi usaha kamu.

Salah satu pilihan pembiayaan yang bisa dipertimbangkan adalah PNM ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro). Program ini ditujukan untuk pelaku usaha mikro dan kecil yang usahanya sudah berjalan dan membutuhkan tambahan modal untuk berkembang.

Melalui program ini, kamu bisa mendapatkan pinjaman mulai dari Rp20 juta hingga Rp200 juta dengan jangka waktu cicilan sekitar 36 hingga 60 bulan, tergantung jumlah pinjaman yang diambil.

PNM ULaMM juga memiliki layanan ULaMM Syariah yang menggunakan akad murabahah. Selain itu, aturan pinjamannya juga sesuai fatwa yang sudah ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) sehingga nggak ada sistem bunga.

4. Sesuaikan Jumlah Pinjaman dengan Kemampuan

Setelah kamu tahu mau mengambil pinjaman apa dan di mana mengajukannya, langkah berikutnya adalah menentukan jumlah pinjaman yang sesuai dengan kemampuan usaha kamu.

Coba perhatikan juga penghasilan usaha kamu setiap bulan. Pastikan uang dari usaha masih cukup untuk membayar cicilan tanpa mengganggu kebutuhan usaha sehari-hari.

5. Pelajari Informasi Seputar Pinjaman

Sebelum mengajukan pinjaman, kamu juga perlu memahami berbagai informasi penting terkait produk pinjaman yang akan diambil.

Beberapa hal yang perlu kamu pelajari antara lain:

- Besaran pinjaman yang tersedia.

- Jangka waktu cicilan.

- Biaya administrasi.

- Persyaratan pengajuan.

- Ketentuan agunan.

Memahami informasi ini penting agar kamu tidak mengalami kesulitan di kemudian hari.

Demikian penjelasan mengenai definisi dan fungsi modal usaha mikro, serta tips mengajukan pinjaman modal yang perlu kamu pahami sebelum memutuskan untuk meminjam dana.

Dengan modal usaha mikro, pelaku usaha kecil bisa menjalankan kegiatan usaha dengan lebih stabil sekaligus membuka peluang untuk memperluas usaha di masa depan.

Salah satu pilihan pembiayaan yang bisa kamu pertimbangkan adalah PNM ULaMM. Program ini nggak hanya menyediakan pinjaman modal usaha dengan jumlah yang cukup besar, tetapi juga memberikan pendampingan bagi pelaku usaha agar usaha bisa berkembang dengan lebih baik.

Jika kamu sedang mencari tambahan modal untuk mengembangkan usaha, kamu bisa datang langsung ke kantor unit PNM terdekat untuk mendapatkan informasi lengkap tentang program PNM ULaMM dan proses pengajuannya.

Yuk, ajukan pinjaman PNM ULaMM sekarang dan kembangkan usaha kamu dengan dukungan modal serta pendampingan usaha!

Baca juga: Kisah Sukses Nasabah ULaMM Syariah: Memberdayakan Usaha Mikro dan Menciptakan Ekosistem Ekonomi Berkelanjutan untuk Ketahanan Pangan