02 September 2026

Begini Cara Menghitung BEP Usaha agar Cepat Balik Modal

Begini Cara Menghitung BEP Usaha agar Cepat Balik Modal

Sebagai pengusaha UMKM, kamu pasti perlu tahu berapa banyak produk yang harus terjual setiap bulan agar modal usaha bisa kembali.

Pertanyaan tersebut dapat terjawab jika kamu memahami apa itu Break Even Point (BEP), termasuk fungsi, rumus, cara menghitung, dan contoh perhitungannya.

Tanpa memahami BEP, kamu bisa saja terus menjual produk tanpa tahu apakah usahamu sudah menghasilkan keuntungan, masih menombok, atau memiliki peluang untuk meningkatkan omzet. Yuk, simak penjelasan lengkap tentang cara menghitung BEP usaha di bawah ini.

Apa Itu Break Even Point (BEP)?

BEP atau titik impas adalah kondisi ketika pendapatan dari penjualan sudah sama dengan semua biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan usaha. Pada kondisi ini, usaha kamu belum mendapatkan keuntungan, tetapi juga tidak mengalami kerugian.

Sederhananya, BEP menunjukkan berapa banyak produk yang harus kamu jual agar semua biaya usahamu tertutup. Setelah penjualan melewati titik BEP, pendapatan dari penjualan berikutnya menghasilkan keuntungan bagi usahamu.

Fungsi BEP untuk Usaha 

Mengetahui titik impas membuat kamu punya gambaran yang lebih jelas tentang kondisi penjualan usahamu. Dari sana, kamu bisa menentukan berapa banyak produk yang perlu dijual, membuat target penjualan, sampai melihat apakah biaya usaha masih sesuai dengan kemampuan penjualan. 

- Mengetahui berapa banyak produk yang harus terjual. Misalnya, hasil BEP menunjukkan kamu harus menjual 100 produk dalam sebulan. Artinya, setidaknya harus ada 100 produk yang terjual agar biaya usahamu tertutup.

- Menentukan harga jual. Dengan menghitung biaya usaha, kamu bisa menentukan harga yang cukup untuk menutup biaya dan mendapatkan keuntungan.

- Mengetahui kapan usaha mulai untung. Setelah penjualan melewati jumlah BEP, penjualan berikutnya mulai menghasilkan keuntungan.

- Melihat apakah biaya usaha terlalu besar. Kalau jumlah produk yang harus dijual untuk mencapai BEP terlalu banyak, kamu bisa mengecek kembali biaya yang dikeluarkan dan mencari cara untuk menguranginya.

- Membuat target penjualan. Setelah tahu jumlah penjualan untuk mencapai BEP, kamu bisa menentukan target yang lebih tinggi jika ingin mendapatkan keuntungan tertentu.

Baca juga: 9 Cara Mengelola Keuangan Warung dengan Baik 

Komponen BEP Penting yang Perlu Kamu Pahami

Setelah mengetahui fungsi BEP, selanjutnya kamu perlu memahami empat komponen utama yang digunakan dalam perhitungan BEP. Dengan memahami setiap komponennya terlebih dahulu, kamu akan lebih mudah mengikuti rumus dan cara menghitung BEP usaha nantinya. 

- Biaya tetap (fixed cost). Biaya yang nominalnya relatif tetap dan tidak dipengaruhi oleh banyak atau sedikitnya produk yang diproduksi maupun terjual. Contohnya, biaya sewa tempat usaha dan gaji karyawan tetap.

- Biaya variabel (variable cost). Biaya yang jumlahnya berubah mengikuti jumlah produk yang dibuat atau dijual. Semakin banyak produk yang dibuat, semakin besar biaya yang dikeluarkan. Contohnya bahan baku dan kemasan.

- Harga jual per unit. Harga yang kamu tetapkan untuk setiap satu produk atau jasa yang dijual kepada pelanggan.

- Margin kontribusi. Selisih antara harga jual per unit dan biaya variabel per unit. Margin ini digunakan untuk menutup biaya tetap. Setelah seluruh biaya tetap tertutup, penjualan berikutnya dapat menghasilkan keuntungan.

Rumus dan Contoh Cara Menghitung BEP Usaha

Setelah memahami komponen-komponen BEP, sekarang kamu bisa mulai menghitung titik impas usaha. Ada beberapa cara yang bisa kamu gunakan, tergantung pada informasi yang ingin kamu ketahui.

1. BEP dalam Unit

Kalau kamu ingin mengetahui BEP dalam unti atau berapa produk yang harus terjual agar usahamu tidak untung dan tidak rugi, gunakan rumus berikut:

BEP Unit = Biaya Tetap ÷ (Harga Jual per Unit − Biaya Variabel per Unit)

Sebagai contoh, Bu Tisa memiliki usaha kue dan ingin mengetahui berapa kotak kue yang harus terjual setiap bulan agar usahanya tidak rugi.

Bu Tisa menjual satu kotak kue seharga Rp20.000. Untuk membuat satu kotak kue, ia mengeluarkan biaya bahan dan kemasan sebesar Rp8.000. Sementara itu, biaya tetap yang harus dibayar setiap bulan adalah Rp1.200.000.

Untuk mengetahui jumlah produk yang harus terjual, Bu Tisa bisa menggunakan rumus:

BEP Unit = Biaya Tetap ÷ (Harga Jual per Unit − Biaya Variabel per Unit)

= Rp1.200.000 ÷ (Rp20.000 − Rp8.000)

= Rp1.200.000 ÷ Rp12.000

= 100 kotak

Jadi, Bu Tisa perlu menjual 100 kotak kue per bulan untuk mencapai titik impas. Artinya, pada penjualan 100 kotak, pendapatan Bu Tisa sudah cukup untuk menutup seluruh biaya usahanya. Penjualan setelah 100 kotak barulah mulai menghasilkan keuntungan.

2. BEP dalam Rupiah

Kalau kamu ingin mengetahui BEP dalam rupiah atau berapa nilai penjualan yang harus dicapai agar usahamu tidak rugi, gunakan rumus berikut terlebih dahulu:

BEP Rupiah = Biaya Tetap ÷ Rasio Margin Kontribusi

Setelah itu, untuk mendapatkan rasio margin kontribusi, gunakan rumus berikut:

Rasio Margin Kontribusi = (Harga Jual per Unit − Biaya Variabel per Unit) ÷ Harga Jual per Unit

Jika menggunakan contoh usaha Bu Tisa, kita perlu mencari rasio margin kontribusi terlebih dahulu:

Rasio Margin Kontribusi = (Harga Jual per Unit − Biaya Variabel per Unit) ÷ Harga Jual per Unit

= (Rp20.000 − Rp8.000) ÷ Rp20.000

= 0,6 atau 60%

Selanjutnya, masukkan hasil tersebut ke dalam rumus BEP Rupiah:

BEP Rupiah = Biaya Tetap ÷ Rasio Margin Kontribusi

= Rp1.200.000 ÷ 0,6

= Rp2.000.000

Artinya, Bu Tisa perlu mencapai penjualan sebesar Rp2.000.000 per bulan agar usahanya mencapai titik impas.

Baca juga: 10 Cara Mengatasi Gali Lobang Tutup Lobang Utang Pinjaman Usaha

3. BEP dengan Target Laba

BEP juga bisa digunakan kalau kamu tidak hanya ingin balik modal, tetapi memiliki target keuntungan tertentu. Caranya, tambahkan target laba yang kamu inginkan ke biaya tetap, lalu gunakan rumus berikut:

Jumlah Unit = (Biaya Tetap + Target Laba) ÷ (Harga Jual per Unit − Biaya Variabel per Unit)

Hasilnya menunjukkan berapa produk yang harus terjual agar biaya usaha tertutup sekaligus menghasilkan keuntungan sesuai target.

Misalnya, Bu Tisa ingin menargetkan keuntungan sebesar Rp600.000 per bulan. Untuk mengetahui berapa kotak kue yang harus terjual, gunakan rumus berikut:

Jumlah Unit = (Biaya Tetap + Target Laba) ÷ (Harga Jual per Unit − Biaya Variabel per Unit)

= (Rp1.200.000 + Rp600.000) ÷ (Rp20.000 − Rp8.000)

= Rp1.800.000 ÷ Rp12.000

= 150 kotak

Jadi, Bu Tisa perlu menjual 150 kotak kue per bulan untuk menutup seluruh biaya usaha sekaligus mendapatkan keuntungan sebesar Rp600.000.

Tips Menerapkan BEP di Usahamu

Setelah mengetahui cara menghitung BEP usaha, kamu juga perlu menggunakannya sebagai patokan dalam menjalankan usaha. Jangan hanya menghitung BEP di awal, tetapi perbarui perhitungannya ketika ada perubahan dalam usahamu.

- Catat biaya usaha secara rutin. Pisahkan biaya tetap dan biaya yang berubah sesuai jumlah produk yang dibuat atau dijual.

- Hitung ulang BEP jika ada perubahan biaya. Misalnya, ketika harga bahan baku, sewa tempat, atau biaya lainnya mengalami kenaikan.

- Gunakan BEP untuk membuat target penjualan. Setelah mengetahui jumlah produk yang harus terjual dalam sebulan, kamu bisa membaginya menjadi target penjualan harian atau mingguan.

Dengan cara ini, kamu bisa lebih mudah mengetahui apakah penjualan usahamu sudah cukup untuk menutup biaya. Hasilnya juga bisa menjadi pertimbangan saat ingin menambah stok, menaikkan harga, atau mengurangi biaya usaha.

Kalau dari perhitungan BEP kamu mengetahui bahwa usahamu membutuhkan tambahan modal, kamu bisa mempertimbangkan pembiayaan usaha melaluiPNM ULaMM yang ditujukan untuk membantu pelaku usaha mikro dan kecil, baik laki-laki maupun perempuan yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya.

PNM atau PT Permodalan Nasional Madani (Persero) adalah lembaga keuangan nonbank milik negara yang menjadi bagian dari Holding Ultra Mikro bersama BRI dan Pegadaian di bawah Danantara.

Selain pembiayaan, sejalan dengan campaign Melayani Sepenuh Hati, PNM juga memberikan pendampingan untuk membantu nasabah mengembangkan usaha. Melalui programPengembangan Kapasitas Usaha (PKU), PNM memberikan berbagai pelatihan yang mencakup literasi keuangan, literasi usaha, dan literasi digital.

Dengan begitu, kamu tidak hanya mendapatkan tambahan modal, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola keuangan, meningkatkan pemasaran, memanfaatkan teknologi, dan mengembangkan usaha dengan lebih baik.  

Perlu diingat, PNM tidak menyediakan pinjaman online melalui aplikasi maupun website apa pun.  

Jika kamu tertarik mengajukan pembiayaan melaluiPNM ULaMM, kamu bisa mendatangikantor cabang PNM di kotamu, mengecek informasi melaluiwebsite resmi PNM, atau menghubungi call center PNM di 1500-654. Pastikan kamu menggunakan informasi dan layanan resmi PNM agar terhindar dari pihak yang mengatasnamakan PNM.

Baca juga: Mengenal PNM ULaMM Syariah Beserta Keuntungannya