7 Sikap yang Harus Dimiliki Wirausaha Muslim Sesuai Nilai Islam

Menjalankan usaha tidak hanya membutuhkan modal dan keterampilan, tetapi juga mental yang kuat.
Hal ini penting bagi seorang wirausaha muslim yang ingin menjalankan bisnis bukan hanya untuk mencari keuntungan, tetapi juga sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.
Dalam Islam, berwirausaha tidak hanya soal mendapatkan penghasilan. Seorang muslim juga dianjurkan menjalankan usaha dengan cara yang baik, jujur, dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Karena itu, mental wirausahawan yang dimiliki juga perlu dibangun dengan nilai-nilai keislaman.
Lalu, bagaimana cara membangun mental yang kuat agar bisa menjadi wirausaha muslim yang tangguh dan tetap menjalankan usaha sesuai nilai Islam? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Sikap yang Harus Dimiliki Wirausaha Muslim Sesuai Nilai Islam
Menjadi pengusaha tidak hanya soal kemampuan menjalankan bisnis. Dalam Islam, seseorang juga perlu membangun sikap dan mental yang sejalan dengan ajaran agama.
Dengan begitu, usaha yang dijalankan tidak hanya bertujuan mencari keuntungan, tetapi juga membawa kebaikan dan keberkahan.
Berikut beberapa sikap yang penting dimiliki oleh wirausaha Muslim saat menjalankan usaha yang sesuai dengan nilai-nilai Islam:
1. Bersikap Jujur
Dalam Islam, seorang pengusaha dianjurkan untuk selalu bersikap jujur saat menjalankan usaha. Sikap ini dikenal dengan istilah shiddiq, yaitu berkata dan bertindak benar dalam setiap transaksi.
Dalam usaha kecil sehari-hari, sikap jujur bisa terlihat dari hal-hal sederhana. Misalnya, jika kamu berjualan sayur di pasar, kamu tidak mengurangi timbangan.
Jika kamu menjual gorengan, kamu tidak menggunakan bahan yang sudah tidak layak. Atau jika ada barang yang sedikit rusak, kamu tetap memberi tahu pembeli sejak awal.
Sikap seperti ini memang terlihat sederhana, tetapi sangat penting. Ketika pelanggan tahu bahwa kamu jujur, mereka akan lebih percaya dan tidak ragu untuk kembali membeli di tempatmu. Rasulullah SAW bersabda:
“Wajib atasmu berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga. Dan terus-menerus seseorang berlaku jujur dan memilih kejujuran sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur.” (HR. Ibnu Mas’ud)
Hadis ini mengingatkan bahwa bersikap jujur bukan hanya penting dalam berbisnis, tetapi juga menjadi jalan menuju kebaikan dan keberkahan dalam hidup. Karena itu, usahakan untuk selalu jujur dalam setiap transaksi yang kamu lakukan.
2. Bersikap Adil Saat Berdagang
Dalam berbisnis, penting untuk memperlakukan semua orang secara adil. Ini termasuk pelanggan, karyawan, maupun mitra usaha.
Misalnya, tidak membeda-bedakan pelanggan berdasarkan latar belakang, serta menetapkan harga dan keuntungan secara wajar.
Mengambil keuntungan memang hal yang wajar dalam bisnis, tetapi sebaiknya tetap dalam batas yang masuk akal agar tidak merugikan pembeli.
3. Bersikap Ramah kepada Pelanggan
Sikap ramah dan sopan juga menjadi bagian penting dalam berbisnis. Saat melayani pelanggan, usahakan untuk berbicara dengan baik dan menghargai mereka.
Pelayanan yang ramah dapat membuat pelanggan merasa nyaman saat berbelanja. Bahkan, banyak pelanggan yang kembali membeli bukan hanya karena produknya, tetapi juga karena pelayanan yang menyenangkan.
Baca juga: OJK Gandeng AO PNM dalam Program SICANTIKS untuk Perkuat Literasi Keuangan Syariah
4. Teguh dalam Menjaga Kehalalan dan Kualitas Produk
Sebagai wirausaha Muslim, kamu juga perlu memastikan bahwa produk yang dijual halal dan memiliki kualitas yang baik. Hindari menjual barang yang dilarang dalam Islam atau barang yang rusak tanpa memberi tahu pembeli.
Selain itu, penting juga untuk menjalankan bisnis dengan cara yang benar, misalnya menghindari praktik riba, penipuan, atau transaksi yang merugikan orang lain.
5. Gigih dan Tidak Mudah Menyerah
Saat menjalankan usaha, tidak semua hari akan berjalan lancar. Kadang dagangan sepi, bahan baku naik, atau ada banyak pesaing di sekitar.
Dalam kondisi seperti ini, kamu perlu tetap semangat dan tidak mudah menyerah. Teruslah berusaha mencari cara agar usaha bisa berjalan lebih baik, misalnya mencoba menjual produk baru atau memperbaiki cara melayani pelanggan.
Dalam Islam, kita juga diajarkan untuk terus berusaha dan tidak berputus asa. Setelah berusaha semampunya, barulah kita menyerahkan hasilnya kepada Allah.
6. Menghargai Tenaga Kerja
Jika usaha kamu sudah berkembang dan memiliki karyawan atau orang yang membantu, penting untuk memperlakukan mereka dengan baik.
Misalnya dengan memberikan upah yang layak, tidak menunda pembayaran, dan memperlakukan mereka dengan sopan. Walaupun usaha masih kecil, sikap menghargai orang yang bekerja bersama kamu tetap sangat penting.
Dalam ajaran Islam, tenaga kerja juga harus dihargai karena mereka ikut membantu usaha berkembang.
Jika karyawan merasa dihargai, mereka biasanya akan bekerja dengan lebih semangat. Hal ini tentu bisa membantu usaha kamu berjalan lebih lancar.
7. Kreatif dan Mau Terus Belajar
Dalam menjalankan usaha, kamu juga perlu berpikir cerdas dan terus mencari cara agar usaha bisa berkembang. Dalam Islam, sikap ini dikenal dengan istilah fathonah, yaitu cerdas dan mampu mencari solusi dengan baik.
Misalnya, jika biasanya kamu hanya berjualan di warung atau di pasar, kamu bisa mencoba cara lain seperti menjual lewat WhatsApp, menerima pesanan dari tetangga, atau menambah variasi produk yang dijual.
Sikap kreatif seperti ini bisa membantu usaha kamu bertahan dan berkembang. Dengan terus belajar dan mencoba hal baru, peluang usaha untuk maju juga bisa menjadi lebih besar.
Baca juga: PNM Peduli Hidupkan Literasi Anak di TBM Kolong Ciputat
Bagaimana Cara Memperkuat Mental Wirausaha Muslim?
Salah satu cara untuk memperkuat mental wirausaha adalah dengan terus belajar dan mau mengembangkan diri. Dalam menjalankan usaha, kamu tidak hanya butuh modal, tetapi juga pengetahuan dan pengalaman agar usaha bisa bertahan dan berkembang.
Belajar ini bisa dilakukan dengan banyak cara, misalnya dengan mencoba hal baru, mendengarkan pengalaman sesama pedagang, atau mengikuti pelatihan usaha.
Lewat proses belajar seperti ini, kamu bisa mendapatkan ide baru, memahami cara mengelola usaha dengan lebih baik, dan lebih siap saat menghadapi berbagai kendala dalam usaha.
Untungnya, ada lembaga keuangan milik pemerintah yang mendukung pengusaha kecil bukan hanya lewat modal usaha, tetapi juga melalui pelatihan, yaitu PNM.
Jika kamu menjadi nasabah PNM, baik melalui PNM Mekaar maupun PNM ULaMM, kamu akan mendapatkan pendampingan serta pelatihan melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).
Berikut ini beberapa hal yang akan kamu pelajari ketika mengikuti pelatihan usaha di PNM:
1. Literasi Keuangan
Lewat pelatihan ini, kamu akan diajari cara mengatur uang usaha dengan lebih baik. Misalnya, memisahkan uang usaha dan uang pribadi, mengatur pemasukan dan pengeluaran, serta belajar membuat rencana supaya usaha bisa terus jalan.
2. Literasi Usaha
Di pelatihan ini, nasabah juga dibantu memahami hal-hal penting dalam menjalankan usaha, termasuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB). Dengan memiliki NIB, usaha kamu jadi lebih jelas dan lebih mudah saat mengurus berbagai keperluan usaha ke depannya.
3. Literasi Digital
PNM juga mengajarkan cara menggunakan teknologi untuk membantu usaha. Misalnya, belajar memasarkan produk lewat media sosial supaya produk kamu bisa dikenal lebih banyak orang.
Dengan mengikuti pelatihan seperti ini, kamu tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga keterampilan praktis untuk mengembangkan usaha.
Hal ini tentu bisa membantu proses penguatan mental entrepreneur muslimah maupun pengusaha muda muslim yang sedang merintis usaha agar lebih percaya diri dalam menjalankan bisnis.
Jika kamu tertarik mengikuti pelatihan ini, kamu bisa mencari informasi lengkap tentang program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) melalui call center 1500-654, media sosial resmi PNM, atau datang langsung ke kantor unit PNM terdekat.
Baca juga: Kolaborasi PNM dan Kementerian UMKM Perkuat Literasi Usaha Nasabah

Pemberdayaan | 13 May 2026
Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Pemberdayaan | 13 May 2026


