10 June 2026

Ekonomi Syariah: Pengertian, Tujuan, dan Prinsipnya

Ekonomi Syariah: Pengertian, Tujuan, dan Prinsipnya

Pernah mendengar istilah ekonomi syariah, tapi belum benar-benar paham bedanya dengan ekonomi biasa? Intinya, ini sistem ekonomi yang tidak cuma mengejar keuntungan, tapi juga menjaga keadilan, moral, dan manfaat sosial, sesuai ajaran Islam. Yuk, kita bahas pengertian, tujuan, prinsip, sampai contoh nyatanya.

Yang Perlu Kamu Tahu

  • Ekonomi syariah adalah sistem ekonomi berdasarkan nilai Islam yang berpedoman pada Al-Qur'an, Hadis, Sunnah, Ijma', dan Qiyas.
  • Prinsip utamanya melarang riba dan mengutamakan keadilan serta manfaat sosial.
  • Contoh nyatanya ada pada pembiayaan seperti PNM Mekaar Syariah yang memakai akad sesuai fatwa DSN-MUI, tanpa bunga.

Apa Itu Ekonomi Syariah?

Ekonomi syariah adalah sistem ekonomi yang dijalankan berdasarkan nilai-nilai Islam dan berpedoman pada Al-Qur'an, Hadis, Sunnah, Ijma', serta Qiyas. Karena berlandaskan syariat Islam, sistem ini juga sering disebut ekonomi Islam.

Monzer Kahf menjelaskan bahwa ekonomi syariah adalah cabang ilmu yang tidak bisa berdiri sendiri karena berkaitan dengan berbagai disiplin ilmu lain. Sementara itu, Umar Chapra berpendapat bahwa ekonomi syariah membantu menciptakan kesejahteraan masyarakat lewat pengelolaan dan distribusi sumber daya yang tepat, tanpa unsur riba maupun eksploitasi.

Jadi, ekonomi syariah tidak hanya memperhatikan keuntungan finansial, tapi juga dampak sosial, lingkungan, moral, dan spiritual. Tujuan akhirnya adalah menciptakan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat secara luas.

Apa Saja Tujuan Ekonomi Syariah?

Penerapan ekonomi syariah tidak berhenti pada mencari keuntungan. Ada empat tujuan yang berkaitan dengan kesejahteraan bersama.

Mewujudkan keadilan sosial. Sistem ini berupaya agar kekayaan tidak hanya berputar pada kelompok tertentu, tapi juga bermanfaat lebih luas, sehingga kesenjangan sosial dan ekonomi bisa ditekan.

Mendukung kesejahteraan masyarakat. Setiap aktivitas ekonomi diharapkan memberi manfaat nyata, seperti membantu memenuhi kebutuhan hidup, membuka peluang usaha, dan menciptakan lapangan kerja.

Menjaga keseimbangan aktivitas ekonomi. Kepentingan pribadi tetap penting, tapi tidak boleh mengabaikan kepentingan sosial. Pemenuhan kebutuhan ekonomi perlu selaras dengan nilai agama dan etika.

Menumbuhkan etika dan tanggung jawab. Pelaku usaha maupun konsumen didorong bertransaksi secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab, sehingga tercipta kepercayaan.

Apa Saja Prinsip Ekonomi Syariah?

Secara umum, prinsip ekonomi syariah mengacu pada aturan transaksi yang sesuai ajaran Islam. Ada delapan prinsip utama:

  1. Aktivitas ekonomi sebagai ibadah. Kegiatan ekonomi dijalankan penuh tanggung jawab, tidak hanya untuk untung, tapi juga bagian dari ibadah.
  2. Menjunjung tinggi keadilan. Keuntungan maupun risiko dibagi adil, tanpa ada pihak yang diuntungkan berlebihan dengan merugikan pihak lain.
  3. Melarang praktik riba. Transaksi harus berasal dari kegiatan usaha nyata dengan nilai ekonomi yang jelas.
  4. Menyeimbangkan dunia dan akhirat. Harta dimanfaatkan secara bijak, termasuk lewat zakat, infak, dan kegiatan sosial.
  5. Mengutamakan kerja sama. Hubungan antarpihak dibangun atas kesepakatan yang saling menguntungkan.
  6. Mendorong partisipasi sosial. Sebagian harta memiliki fungsi sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
  7. Memberikan kebebasan berusaha. Setiap orang bebas bekerja dan berdagang selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
  8. Menolak penumpukan kekayaan. Ekonomi syariah mendorong pemerataan agar kekayaan tidak hanya beredar di kalangan tertentu.

Karakteristik Ekonomi Syariah

Dibandingkan sistem ekonomi konvensional, ekonomi syariah punya tiga karakteristik yang membedakannya:

  • Ekonomi ketuhanan. Seluruh aturan dan praktiknya berlandaskan ajaran Islam, mempertimbangkan nilai ketuhanan demi keharmonisan sosial.
  • Ekonomi keadilan. Setiap orang punya kesempatan sama menjalankan usaha tanpa memandang latar belakang, selama mengikuti ketentuan yang berlaku.
  • Ekonomi pertengahan. Menyeimbangkan kepentingan pribadi dan masyarakat, sehingga pelaku usaha tidak berlebihan mengejar keuntungan.

Seperti Apa Contoh Ekonomi Syariah?

Salah satu contoh penerapan ekonomi syariah sehari-hari ada pada layanan pembiayaan usaha berbasis syariah. PNM punya layanan PNM Mekaar Syariah yang dirancang untuk perempuan prasejahtera dengan usaha ultra mikro maupun yang baru berencana memulai usaha. Program ini jadi alternatif bagi masyarakat yang sulit mengakses pembiayaan perbankan, terutama karena belum punya agunan.

Nominal pembiayaannya berkisar Rp2 juta sampai Rp15 juta, disesuaikan dengan kebutuhan usaha dan jangka waktu yang dipilih. Pelaksanaannya berkelompok, disertai Pertemuan Kelompok Mingguan sebagai bagian dari pendampingan. Yang membedakan, PNM Mekaar Syariah mengacu pada ketentuan DSN-MUI dan tidak menerapkan bunga, melainkan akad yang disepakati bersama:

  • Akad wakalah: pemberian kuasa kepada nasabah untuk membeli kebutuhan usaha menggunakan dana pembiayaan.
  • Akad murabahah: PNM membeli lebih dulu barang yang dibutuhkan, lalu menjualnya kembali kepada nasabah dengan harga yang disepakati sejak awal.
  • Akad wadiah: untuk penitipan dana, yang dijaga dan bisa digunakan kembali sesuai kebutuhan nasabah.

Menurut ketentuan resmi PNM Mekaar Syariah (pnm.co.id), syarat pengajuannya: Warga Negara Indonesia, perempuan berusia 18 sampai 63 tahun, bagi yang baru memulai usaha membentuk kelompok minimal 10 orang, bersedia mengikuti Pertemuan Kelompok Mingguan, menyiapkan KTP dan Kartu Keluarga, serta izin suami bagi yang sudah menikah. Pengajuannya langsung di kantor cabang PNM terdekat, dan bukan lewat aplikasi pinjaman online.

FAQ Seputar Ekonomi Syariah

Apa itu ekonomi syariah?
Ekonomi syariah adalah sistem ekonomi berdasarkan nilai Islam yang berpedoman pada Al-Qur'an, Hadis, Sunnah, Ijma', dan Qiyas, serta mempertimbangkan dampak sosial dan moral, bukan hanya keuntungan.

Apa prinsip utama ekonomi syariah?
Beberapa yang utama: melarang riba, menjunjung keadilan, mengutamakan kerja sama, mendorong partisipasi sosial, dan menolak penumpukan kekayaan pada kelompok tertentu.

Apa perbedaan ekonomi syariah dan konvensional?
Ekonomi syariah berlandaskan nilai ketuhanan, keadilan, dan keseimbangan, serta melarang riba dan eksploitasi, sementara sistem konvensional umumnya berorientasi pada keuntungan materi.

Apa contoh penerapan ekonomi syariah?
Salah satunya pembiayaan seperti PNM Mekaar Syariah, yang memakai akad wakalah, murabahah, dan wadiah sesuai fatwa DSN-MUI, tanpa sistem bunga.

Ekonomi yang Adil dan Berkah

Ekonomi syariah mengingatkan bahwa menjalankan usaha bukan cuma soal angka, tapi juga cara prosesnya dijalankan dengan benar dan bertanggung jawab. Kalau kamu tertarik menjalankan usaha dengan pembiayaan yang sesuai prinsip syariah, kenali lebih jauh PNM ULaMM Syariah dan keuntungannya, atau lihat opsi pinjaman kelompok untuk ibu rumah tangga lewat Mekaar Syariah. Ingin gambaran dukungan usaha yang lebih luas? Simak ragam program pengembangan usaha PNM.

Untuk informasi resmi, kunjungi website PNM atau hubungi 1500-654.

Referensi:

  • Fatwa Dewan Syariah Nasional, Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), dsnmui.or.id (diakses 14 September 2026)
  • Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), kneks.go.id (diakses 14 September 2026)
  • PNM Mekaar Syariah (plafon, akad, dan syarat), PT Permodalan Nasional Madani, pnm.co.id (diakses 14 September 2026)