29 October 2026

Apa Itu Inklusi Keuangan: Ternyata Penting untuk UMKM!

Apa Itu Inklusi Keuangan: Ternyata Penting untuk UMKM!

Dalam kehidupan sehari-hari, kamu mungkin pernah menemui orang yang kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank. Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti penghasilan yang belum tetap, dokumen persyaratan yang belum lengkap, atau belum memiliki riwayat kredit.

Situasi tersebut membuat sebagian orang kesulitan mendapatkan akses ke layanan keuangan formal. Padahal, bagi mereka yang ingin mengembangkan usaha, tambahan modal menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung kegiatan usaha.

Jika kamu atau orang di sekitarmu mengalami kesulitan serupa, memahami inklusi keuangan bisa membantu kamu mengenali pilihan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan, terutama untuk mendapatkan modal dan mengembangkan usaha.

Melalui artikel ini, kamu akan memahami apa itu inklusi keuangan, tujuan, serta manfaatnya bagi pengusaha UMKM.

Apa Itu Inklusi Keuangan?

Menurut Peraturan OJK Nomor 3 Tahun 2023, inklusi keuangan adalah ketersediaan akses dan pemanfaatan produk atau layanan jasa keuangan yang terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan. Layanan tersebut harus sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

Layanan yang dimaksud mencakup tabungan, pembiayaan, asuransi, dan layanan keuangan lain. Semuanya dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun mengembangkan usaha.

Dalam konteks UMKM, inklusi keuangan membantu pengusaha memperoleh layanan yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis. Pengusaha dapat menyimpan uang melalui rekening, bertransaksi, atau mengajukan pembiayaan untuk menambah modal sesuai persyaratan yang berlaku.

Jadi, inklusi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan rekening bank. Konsep ini juga mencakup lima unsur berikut:

- Akses: Lembaga keuangan formal dapat dijangkau oleh masyarakat, baik dari segi lokasi maupun prosedur layanan.

- Pemanfaatan: Produk dan layanan keuangan benar-benar digunakan sesuai kebutuhan, bukan sekadar tersedia.

- Keterjangkauan: Biaya layanan keuangan sesuai dengan kemampuan masyarakat.

- Kualitas: Produk dan layanan keuangan sesuai dengan kebutuhan serta mudah dipahami.

- Keberlanjutan: Akses dan manfaat layanan keuangan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Upaya memperluas inklusi keuangan juga didukung oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif. 

Selain itu, OJK bersama kementerian, lembaga, dan industri jasa keuangan menyelenggarakan Bulan Inklusi Keuangan setiap Oktober untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya akses dan pemanfaatan layanan keuangan.

Baca juga: Cara Mendapatkan Modal Usaha Mikro & Tips Mengajukan

Tujuan Inklusi Keuangan

Inklusi keuangan bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal agar dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Upaya ini penting bagi kelompok unbanked, yaitu masyarakat yang belum memiliki rekening bank, serta mereka yang masih kesulitan menjangkau layanan keuangan.

Bagi pengusaha UMKM, inklusi keuangan memiliki beberapa tujuan berikut:

- Memperluas akses layanan keuangan: membantu pengusaha menjangkau layanan keuangan formal yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.

- Mendukung pengembangan usaha: membuka peluang untuk memanfaatkan layanan keuangan yang menunjang kegiatan bisnis, termasuk pembiayaan sesuai ketentuan.

- Meningkatkan pemahaman keuangan: membantu masyarakat memahami fungsi, manfaat, biaya, dan ketentuan layanan sebelum menggunakannya.

- Mengurangi kesenjangan akses: memberikan kesempatan kepada masyarakat yang selama ini kesulitan menjangkau layanan keuangan untuk ikut memanfaatkannya.

- Mendukung kesejahteraan keluarga: membantu masyarakat mengelola keuangan dan merencanakan kebutuhan keluarga dengan lebih terarah.

Namun, akses terhadap layanan keuangan formal belum tentu mudah bagi semua orang. Ada empat hambatan yang dapat membuat masyarakat kesulitan memanfaatkan layanan tersebut. Berikut penjelasan dan contoh ilustrasinya dalam konteks UMKM.

Hambatan

Artinya

Contoh pada Pengusaha UMKM

Price barrier

Biaya layanan terasa memberatkan.

Biaya administrasi cukup besar dibandingkan dengan pendapatan usaha.

Information barrier

Informasi mengenai produk dan layanan masih terbatas.

Belum mengetahui persyaratan dan cara mengajukan pembiayaan.

Product design barrier

Ketentuan produk tidak sesuai dengan kebutuhan.

Setoran awal terlalu besar bagi usaha dengan pendapatan harian yang terbatas.

Channel barrier

Saluran layanan sulit dijangkau atau digunakan.

Kantor layanan keuangan berada jauh dari rumah atau tempat usaha.

Hambatan tersebut menunjukkan bahwa memperluas inklusi keuangan bukan sekadar menyediakan layanan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menjangkau dan memanfaatkannya sesuai kebutuhan.

Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah menghadirkan berbagai program dan lembaga yang berfokus pada perluasan akses keuangan bagi masyarakat, salah satunya melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Baca juga: Persyaratan & Cara Mendapatkan Modal Usaha dari Pemerintah

Peran PNM dalam Memperluas Inklusi Keuangan

PNM atau PT Permodalan Nasional Madani (Persero) merupakan lembaga keuangan nonbank milik negara yang tergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan Pegadaian di bawah naungan Danantara.

PNM berfokus pada pembiayaan dan pemberdayaan pengusaha UMKM, khususnya perempuan prasejahtera yang masih kesulitan mengakses layanan keuangan formal. Upaya ini dilakukan melalui penyediaan pembiayaan yang disertai pelatihan dan pendampingan usaha.

Dengan pendekatan tersebut, PNM tidak hanya membantu nasabah mendapatkan modal, tetapi juga memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola usaha. Berikut beberapa bentuk peran PNM dalam memperluas inklusi keuangan.

1. Memperluas Akses Pembiayaan bagi Pengusaha UMKM

PNM menyediakan pembiayaan melalui dua layanan utama, yaitu PNM Mekaar dan PNM ULaMM. Keduanya menyasar pengusaha dengan skala usaha berbeda dan tersedia dalam skema konvensional maupun syariah.

Layanan

Sasaran

Skema Pembiayaan

PNM Mekaar

Pengusaha ultra mikro, khususnya perempuan.

Berkelompok, dengan 10 orang dalam satu kelompok.

PNM ULaMM

Pengusaha mikro, baik perempuan maupun laki-laki.

Perorangan.

Kedua layanan tersebut membuka akses pembiayaan bagi pengusaha UMKM yang membutuhkan tambahan modal untuk menjalankan atau mengembangkan usaha. Dana pembiayaan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan usaha sesuai dengan ketentuan program.

2. Meningkatkan Literasi Keuangan melalui Program PKU

Selain memberikan pembiayaan, PNM juga membantu nasabah memahami cara mengelola keuangan melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). 

Pelatihan ini mencakup pengetahuan dasar tentang pengelolaan uang dan pencatatan transaksi agar nasabah bisa mengambil keputusan keuangan sesuai kondisi usahanya.

Misalnya, jika kamu menjalankan usaha makanan, mencatat pemasukan dan pengeluaran setiap hari bisa membantu kamu mengetahui biaya operasional dan jumlah uang yang tersisa. Dengan begitu, kamu bisa memperkirakan kebutuhan usaha dan merencanakan penggunaan uang dengan lebih terarah.

3. Meningkatkan Keterampilan dalam Mengembangkan Usaha

Selain mengelola keuangan, pengusaha UMKM juga perlu memahami cara mengembangkan bisnis. Melalui PKU, PNM juga memberikan pelatihan literasi bisnis yang membantu nasabah mengenali kebutuhan usahanya, termasuk dalam hal legalitas.

Salah satu contohnya adalah Nomor Induk Berusaha (NIB). Dengan memiliki NIB, kamu memiliki identitas usaha yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan administrasi dan mendukung proses pengembangan bisnis, termasuk saat menjajaki kerja sama dengan calon mitra.

Pengetahuan ini membantu kamu mempersiapkan usaha agar memiliki peluang untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

4. Membantu Nasabah Memanfaatkan Teknologi Digital

Teknologi digital juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan usaha, terutama dalam mempromosikan produk dan menjangkau pelanggan. 

Karena itu, PKU turut memberikan pengetahuan tentang literasi digital agar nasabah dapat menggunakan teknologi sesuai kebutuhan bisnisnya.

Sebagai contoh, kamu bisa memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produk, membagikan informasi harga, dan berkomunikasi dengan calon pelanggan. 

Cara ini bisa membantu produkmu dikenal oleh lebih banyak orang, termasuk mereka yang belum pernah datang langsung ke tempat usahamu.

5. Mendampingi Nasabah dalam Mengembangkan Usaha

Pelatihan memberikan pengetahuan baru bagi nasabah, tetapi penerapannya dalam kegiatan usaha sehari-hari bisa menghadirkan tantangan tersendiri. 

Karena itu, pendampingan usaha diperlukan agar nasabah dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh sesuai dengan kondisi bisnisnya.

Misalnya, setelah mengikuti pelatihan pemasaran digital, kamu masih kesulitan menentukan cara mempromosikan produk melalui media sosial. Dalam proses pendampingan, kebutuhan dan kendala seperti itu dapat menjadi bahan pembahasan untuk membantu kamu menentukan langkah yang sesuai dengan kondisi usahamu.

Dengan demikian, melalui pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan, PNM berupaya membantu pengusaha UMKM memperoleh akses keuangan sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menjalankan usaha. 

Dengan dukungan tersebut, nasabah diharapkan dapat memanfaatkan pembiayaan sesuai kebutuhan dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan usahanya.

Dengan demikian, melalui pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan, PNM berupaya membantu pengusaha UMKM memperoleh akses keuangan sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menjalankan usaha.

Oleh karena itu, jika kamu membutuhkan tambahan modal sekaligus ingin belajar mengembangkan usaha, kamu bisa mempertimbangkan program PNM Mekaar atau PNM ULaMM sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. 

Dengan menjadi nasabah, kamu juga berkesempatan mengikuti Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola bisnis.

Perlu diketahui, PNM tidak menyediakan pinjaman online, baik melalui aplikasi maupun situs web. Seluruh pengajuan dilakukan langsung di kantor cabang PNM.

Untuk informasi resmi tentang layanan dan program pemberdayaan, hubungi call center 1500-654, kunjungi situs web resmi PNM, atau periksa media sosial resmi PNM. Kamu juga dapat mendatangi kantor unit PNM terdekat untuk bertanya langsung.

Baca juga: Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia lewat Program PKU dari PNM