04 August 2026

Cara Membuat Desain Kemasan Produk Makanan dan Contohnya

Cara Membuat Desain Kemasan Produk Makanan dan Contohnya

Rasa makanan yang enak belum tentu cukup untuk membuat konsumen tertarik membeli. Ketika kemasan tidak memuat informasi yang jelas atau tampilannya kurang meyakinkan, calon pembeli bisa saja beralih ke produk lain yang terlihat lebih profesional. 

Untuk itu, membuat desain kemasan produk makanan tidak cukup hanya berfokus pada tampilan yang menarik. Kamu juga perlu memastikan setiap informasi penting tercantum dengan jelas agar kemasan mampu membangun kepercayaan konsumen sekaligus mendukung strategi pemasaran produk yang lebih efektif.

Lalu, bagaimana cara membuat desain kemasan produk makanan yang menarik, informasi apa saja yang perlu dicantumkan, dan seperti apa contohnya? Temukan jawabannya dengan menyimak artikel ini sampai selesai!

Daftar Informasi yang Perlu Dicantumkan pada Kemasan Produk Makanan

Sebuah kemasan yang menarik memang bisa membuat produk lebih mudah dilirik. Namun, tanpa informasi yang lengkap, konsumen bisa ragu untuk membeli karena tidak mengetahui isi, asal produk, maupun keamanannya.

Oleh karena itu, sebelum menentukan warna, ilustrasi, atau desain kemasan produk makanan, pastikan kamu melengkapi kemasan dengan informasi berikut ini:

1. Nama Produk

Nama produk menjadi identitas utama yang membantu konsumen mengenali makanan yang kamu jual. Gunakan nama yang mudah dibaca, mudah diingat, dan mampu menggambarkan isi produk secara langsung.

Misalnya, daripada hanya menulis "Keripik", akan lebih jelas jika menggunakan nama seperti "Keripik Pisang Cokelat" atau "Sambal Teri Pedas". Dengan begitu, calon pembeli dapat langsung mengetahui jenis makanan yang ditawarkan tanpa harus mencari penjelasan tambahan.

2. Komposisi atau Daftar Bahan

Daftar bahan memberikan gambaran mengenai kandungan yang terdapat di dalam produk. Informasi ini penting, terutama bagi konsumen yang memiliki alergi atau sedang membatasi konsumsi bahan tertentu.

Umumnya, komposisi ditulis berdasarkan urutan bahan dengan jumlah terbanyak hingga paling sedikit. Penulisan yang jelas juga menunjukkan bahwa pengusaha terbuka mengenai bahan yang digunakan dalam produknya.

3. Berat Bersih (Netto)

Berat bersih atau netto menunjukkan jumlah isi produk di dalam kemasan tanpa menghitung berat bungkusnya. Informasi ini membantu konsumen mengetahui banyaknya produk yang akan mereka beli.

4. Tanggal Produksi dan Kedaluwarsa

Mencantumkan tanggal produksi serta masa kedaluwarsa membantu konsumen memastikan bahwa produk masih layak dikonsumsi. Informasi ini juga menjadi salah satu indikator bahwa produk dikelola dengan baik sejak proses produksi hingga dipasarkan.

Pastikan penulisan tanggal mudah dibaca dan tidak mudah pudar agar konsumen tidak mengalami kesulitan saat memeriksanya.

5. Informasi Produsen

Kemasan sebaiknya memuat informasi mengenai pihak yang memproduksi makanan tersebut. Data ini dapat berupa nama usaha, kota tempat produksi, nomor WhatsApp, atau media sosial yang aktif.

Informasi produsen memudahkan konsumen ketika ingin melakukan pemesanan ulang, menyampaikan pertanyaan, maupun memberikan masukan terhadap produk yang telah dibeli.

6. Legalitas Produk (Jika Ada)

Apabila produk telah memiliki izin atau sertifikasi tertentu, sebaiknya informasi tersebut turut dicantumkan pada kemasan. Beberapa contoh legalitas yang umum dimiliki produk makanan antara lain PIRT, Sertifikat Halal, dan BPOM.

Keberadaan legalitas dapat meningkatkan rasa percaya konsumen karena menunjukkan bahwa produk telah memenuhi persyaratan yang berlaku. 

Selain itu, produk dengan izin yang lengkap umumnya memiliki peluang lebih besar untuk dipasarkan ke toko modern maupun saluran penjualan yang lebih luas.

Baca juga: Analisis SWOT Usaha: Definisi, Fungsi, dan Contoh Analisisnya

Cara Membuat Desain Kemasan Produk Makanan

Supaya hasil desain kemasan mampu menarik perhatian sekaligus melindungi produk dengan baik, proses pembuatannya perlu direncanakan sejak awal. 

Berikut beberapa cara membuat desain kemasan produk makanan yang bisa kamu terapkan.

1. Tentukan Jenis Kemasan yang Sesuai dengan Produk

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memilih jenis kemasan berdasarkan karakteristik makanan yang dijual. Setiap produk memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga kemasannya pun tidak bisa disamakan.

Sebagai contoh, keripik lebih sering menggunakan standing pouch agar tetap renyah, brownies biasanya memakai kotak karton, sedangkan sambal lebih cocok dikemas dalam botol plastik atau kaca. 

Selain bentuknya, kamu juga perlu mempertimbangkan ukuran kemasan agar sesuai dengan isi produk. Kemasan yang terlalu besar bisa membuat produk terlihat sedikit, sedangkan kemasan yang terlalu penuh berisiko merusak isinya.

2. Pilih Bahan Kemasan yang Berkualitas

Selain tampil menarik, kemasan juga harus mampu menjaga kualitas makanan. Oleh karena itu, pilih bahan yang aman untuk pangan dan sesuai dengan jenis produk yang dijual.

Misalnya, makanan yang membutuhkan perlindungan dari udara dapat menggunakan aluminium foil atau plastik food grade. Jika memungkinkan, kamu juga dapat memilih bahan yang dapat didaur ulang sebagai nilai tambah di mata konsumen.

3. Buat Sketsa Desain Kemasan Produk Makanan sebagai Konsep Awal

Sebelum mengerjakan desain menggunakan aplikasi, ada baiknya kamu membuat sketsa desain kemasan produk makanan terlebih dahulu. Sketsa berfungsi sebagai gambaran awal mengenai letak logo, nama produk, ilustrasi, hingga informasi penting yang akan ditampilkan.

4. Rancang Pola atau Dieline Kemasan

Sebelum membuat tampilan visual, kamu perlu menyusun kerangka kemasan atau dieline. Dieline merupakan pola yang menjadi panduan proses pemotongan dan pelipatan kemasan saat dicetak.

Karena itu, pola desain kemasan produk makanan harus dibuat dengan ukuran yang presisi agar setiap sisi kemasan dapat terpasang dengan rapi. 

Tahapan ini biasanya dikerjakan menggunakan aplikasi berbasis vektor seperti Adobe Illustrator atau CorelDRAW sehingga hasilnya lebih akurat ketika masuk ke proses produksi.

5. Susun Konsep Visual yang Mencerminkan Produk

Setelah pola kemasan selesai, saatnya menyusun konsep visual. Gunakan warna, ilustrasi, logo, dan elemen grafis yang sesuai dengan karakter produk agar kemasan lebih mudah dikenali.

Misalnya, warna merah dapat memberikan kesan menggugah selera, hijau identik dengan produk alami, sedangkan cokelat sering digunakan untuk makanan berbahan cokelat atau bercita rasa manis.

Agar tampilannya tetap rapi, gunakan maksimal dua hingga tiga jenis huruf dan pastikan nama produk menjadi elemen yang paling menonjol.

6. Gunakan Foto atau Ilustrasi yang Menarik

Foto atau ilustrasi dapat membantu calon pembeli membayangkan isi produk sebelum membelinya. Oleh karena itu, gunakan gambar yang berkualitas tinggi, memiliki pencahayaan yang baik, dan mampu memperlihatkan tampilan makanan secara jelas.

Jika menggunakan ilustrasi, pastikan desainnya tetap relevan dengan produk sehingga tidak menimbulkan kesan yang membingungkan.

7. Buat Desain yang Sederhana dan Mudah Diingat

Kemasan yang dipenuhi terlalu banyak warna, tulisan, atau gambar justru membuat informasi penting sulit ditemukan. Sebaliknya, desain yang sederhana akan terlihat lebih profesional dan mudah dikenali.

Fokuskan tampilan pada elemen utama seperti logo, nama produk, warna khas, dan ilustrasi makanan. Dengan identitas visual yang konsisten, produk akan lebih mudah diingat oleh konsumen.

Kamu juga bisa melihat contoh desain kemasan produk makanan dari produk sejenis untuk mencari inspirasi. Namun, jadikan referensi tersebut sebagai bahan pembelajaran, bukan untuk ditiru secara langsung.

8. Lengkapi dengan Informasi dan Elemen Pendukung

Pastikan seluruh informasi penting, seperti nama produk, komposisi, berat bersih, tanggal produksi, masa kedaluwarsa, informasi produsen, hingga legalitas telah dicantumkan pada kemasan.

Selain itu, kamu juga dapat menambahkan barcode, logo sertifikasi, atau stiker promo jika diperlukan. Elemen-elemen tersebut dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memberikan nilai tambah pada produk.

Baca juga: Cara Menentukan Harga Jual Produk Beserta Contoh dan Tipsnya

9. Pastikan Kemasan Praktis Digunakan

Kemasan yang menarik akan semakin bernilai jika nyaman digunakan. Karena itu, pertimbangkan fitur yang memudahkan konsumen, seperti zipper pada standing pouch atau tutup yang dapat dibuka dan ditutup kembali.

Fitur seperti ini membantu menjaga kualitas makanan setelah kemasan dibuka sekaligus memberikan pengalaman penggunaan yang lebih baik.

10. Buat Mockup Sebelum Dicetak

Sebelum masuk ke tahap produksi, sebaiknya buat mockup terlebih dahulu. Mockup merupakan simulasi tampilan kemasan yang membantu kamu melihat hasil desain secara lebih nyata, baik dalam bentuk digital maupun cetak.

Melalui tahap ini, kamu dapat mengecek kembali posisi logo, ukuran tulisan, perpaduan warna, maupun tata letak informasi sehingga kesalahan dapat diperbaiki sebelum kemasan diproduksi dalam jumlah banyak.

11. Siapkan File Final dan Diskusikan dengan Percetakan

Apabila desain sudah sesuai, simpan file dalam format yang diminta oleh percetakan agar hasil cetak tetap sama dengan rancangan yang telah dibuat.

Sebelum proses produksi dimulai, jangan ragu untuk berdiskusi mengenai jenis bahan, teknik finishing, jumlah minimum pemesanan, biaya cetak, hingga estimasi waktu pengerjaan. 

5 Contoh Desain Kemasan Produk Makanan

Setelah memahami cara membuat kemasan yang menarik, kamu juga perlu melihat penerapannya pada berbagai jenis produk. Setiap makanan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga desain kemasannya pun perlu disesuaikan, baik dari segi warna, bentuk, maupun tata letak informasinya.

Berikut beberapa contoh desain kemasan produk makanan yang dapat kamu jadikan inspirasi.

1. Contoh Desain Kemasan Snack Kacang Almond

 Contoh Desain Kemasan Snack Kacang Almond

Kemasan snack kacang almond ini menggunakan kombinasi warna oranye dan putih yang memberikan kesan hangat sekaligus bersih. 

Pada bagian depan, terdapat ilustrasi karakter kacang almond yang membuat tampilannya lebih menarik dan mudah dikenali, terutama untuk target konsumen anak-anak maupun keluarga. Kemasan juga dilengkapi jendela transparan sehingga isi produk dapat terlihat secara langsung. 

Sementara itu, bagian belakang memuat informasi penting, seperti tabel nilai gizi, kode QR, identitas produsen, barcode, hingga ruang untuk tanggal produksi dan kedaluwarsa. Tata letak seperti ini membuat kemasan tetap menarik tanpa mengurangi fungsi informatifnya.

2. Contoh Desain Kemasan Keripik Kentang

 Contoh Desain Kemasan Keripik Kentang

Kemasan keripik kentang ini mengusung desain yang sederhana dengan dominasi warna cokelat yang identik dengan varian rasa barbeku. Gambar keripik berukuran besar pada bagian depan membantu konsumen langsung mengenali isi produk hanya dalam sekali lihat.

Bagian depan juga hanya menampilkan informasi utama, seperti nama merek, varian rasa, berat bersih, dan tanggal kedaluwarsa. 

Sementara itu, bagian belakang dimanfaatkan untuk informasi yang lebih lengkap, seperti komposisi, tabel nilai gizi, barcode, dan identitas produsen. Pembagian informasi seperti ini membuat tampilan depan tetap bersih dan mudah dibaca.

3. Contoh Desain Kemasan Biskuit

 Contoh Desain Kemasan Biskuit

Desain kemasan biskuit ini memanfaatkan kombinasi warna merah dan krem yang memberikan kesan hangat sekaligus menggugah selera. 

Warna merah digunakan untuk menarik perhatian, sedangkan warna krem membantu memperlihatkan produk sebagai makanan ringan yang lembut dan manis.

Foto biskuit, madu, dan bulir gandum ditampilkan secara dominan pada bagian depan. Ketiga elemen tersebut langsung menjelaskan rasa dan bahan utama produk tanpa perlu banyak teks tambahan.

4. Contoh Desain Kemasan Wafer

Contoh Desain Kemasan Wafer

Kemasan wafer ini menggunakan kombinasi warna kuning keemasan dan merah yang membuat tampilannya terlihat cerah dan mencolok. Nama produk dibuat dengan ukuran yang sangat besar dan foto wafer ditempatkan pada bagian depan sehingga membantu konsumen mengenali bentuk produk yang dijual.

5. Contoh Desain Kemasan Yogurt Cokelat

Contoh Desain Kemasan Yogurt Cokelat

Kemasan yogurt cokelat ini memanfaatkan ilustrasi cokelat, susu, dan biji kopi untuk memperkuat kesan rasa yang ditawarkan. Perpaduan warna cokelat dan putih juga membuat produk terlihat lebih segar sekaligus menggambarkan bahan utamanya.

Ingin Belajar Membuat Desain Kemasan Produk Makanan? Gabung Jadi Nasabah PNM untuk Ikuti Pelatihan Digitalnya!

Setelah memahami cara membuat desain kemasan produk makanan, kamu mungkin ingin mengembangkan kemampuan tersebut agar hasil kemasan semakin menarik dan mampu meningkatkan daya saing produk.

Apalagi, desain kemasan yang baik juga perlu didukung dengan pemahaman mengenai strategi pemasaran digital agar produk dapat menjangkau lebih banyak calon pelanggan.

Jika ingin belajar dari pelatihan yang dirancang untuk pengusaha, kamu dapat mengikuti pelatihan literasi digital yang termasuk dalam Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) ,

Program ini hadir sebagai upaya PNM dalam Melayani Sepenuh Hati untuk membantu memberdayakan pengusaha mikro dan ultra mikro, khususnya perempuan.

Dalam pelatihan ini, peserta akan mendapatkan materi mengenai desain kemasan produk, strategi pemasaran digital, hingga berbagai informasi penting lainnya seputar pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung perkembangan usaha agar semakin mampu bersaing.

Selain pelatihan literasi digital, PNM juga menyediakan pelatihan literasi usaha yang membahas pentingnya legalitas usaha. Peserta akan memperoleh edukasi mengenai proses pengajuan Nomor Induk Berusaha (NIB), pengurusan Sertifikat Halal, serta berbagai informasi yang mendukung pengembangan usaha secara lebih profesional.

Tidak hanya itu, peserta juga akan mendapatkan materi literasi keuangan untuk membantu mengelola keuangan usaha dengan lebih optimal, memperluas jangkauan pemasaran, sekaligus meningkatkan daya saing usaha.

Untuk mengikuti berbagai pelatihan tersebut, kamu cukup menjadi nasabah PNM. Pengusaha perempuan ultra mikro dapat bergabung sebagai nasabah PNM Mekaar, sedangkan pengusaha mikro dapat mendaftar sebagai nasabah PNM ULaMM. 

Seluruh layanan pembiayaan PNM telah mengantongi izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bukan termasuk pinjaman online.

Yuk, daftarkan diri sebagai nasabah PNM Mekaar atau PNM ULaMM melalui kantor cabang PNM terdekat untuk mengikuti pelatihan digital agar dapat memaksimalkan penggunaan teknologi demi mengembangkan usaha secara optimal!

Jangan lupa ikuti Instagram PNM dan cek website PNM  untuk memperoleh informasi terbaru, atau hubungi call center PNM di 1500-654 jika membutuhkan informasi lebih lanjut.

Baca juga: 13 Tips Jualan di Marketplace Facebook agar Cepat Laris