24 July 2026

Cara Menentukan Harga Jual Produk Beserta Contoh dan Tipsnya

Cara Menentukan Harga Jual Produk Beserta Contoh dan Tipsnya

Produk yang laris belum tentu menghasilkan keuntungan yang maksimal. Salah satu penyebabnya, harga jual ditetapkan tanpa menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan atau hanya mengikuti harga produk sejenis di pasaran.

Agar keuntungan yang diperoleh lebih optimal, penting bagi kamu untuk memahami  manajemen keuangan UMKM, termasuk cara menentukan harga jual produk yang sesuai dengan kondisi bisnis. 

Dengan perhitungan yang tepat, harga yang ditetapkan dapat menutup biaya sekaligus memberikan margin keuntungan yang diharapkan. Untuk itu, mari simak pembahasan lengkapnya sampai akhir.

Apa yang Dimaksud Harga Jual Produk?

Harga jual produk merupakan nominal yang harus dibayarkan pelanggan untuk mendapatkan suatu barang atau jasa. 

Nilai tersebut menjadi harga akhir yang kamu tawarkan kepada pembeli setelah seluruh biaya dan strategi penetapan harga diperhitungkan.

Artinya, menentukan harga jual tidak bisa dilakukan secara asal. Jika terlalu tinggi, pelanggan mungkin memilih produk lain. Sebaliknya, jika terlalu rendah, keuntungan yang diperoleh bisa semakin kecil, bahkan berisiko tidak mampu menutup biaya produksi.

Agar harga yang ditetapkan sesuai, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:

- Kemampuan target pelanggan dalam membeli produk sehingga harga masih sesuai dengan daya beli mereka.

- Besarnya keuntungan yang ingin diperoleh setelah seluruh biaya produksi dan operasional terpenuhi.

- Harga produk sejenis di pasaran agar produk tetap mampu bersaing tanpa mengurangi nilai yang ditawarkan.

Setiap usaha memiliki karakteristik, biaya, dan target pasar yang berbeda. Oleh karena itu, strategi penentuan harga juga tidak selalu sama. Yang terpenting, pastikan harga yang kamu tetapkan dapat mendukung perkembangan bisnis dalam jangka panjang.

Kenapa Perlu Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat?

Menentukan harga jual bukan hanya soal menghitung modal dan menambahkan keuntungan. Keputusan ini juga berpengaruh terhadap cara pelanggan menilai produk serta keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.

Beberapa alasan mengapa penentuan harga jual perlu dilakukan dengan tepat, antara lain:

- Membantu menjaga keuntungan agar tetap sesuai dengan target usaha.

- Memberikan gambaran nilai produk di mata pelanggan sehingga harga terasa sepadan dengan kualitas yang ditawarkan.

- Membuat produk lebih kompetitif dibandingkan dengan produk sejenis di pasaran.

- Membantu menutup seluruh biaya produksi dan operasional tanpa mengurangi margin keuntungan.

Cara Menentukan Harga Jual Produk Beserta Contoh Perhitungannya

Setelah memahami pentingnya menetapkan harga yang tepat, sekarang saatnya mengetahui bagaimana cara menentukan harga jual suatu produk secara bertahap. 

Mulai dari menghitung biaya produksi hingga menentukan keuntungan yang diinginkan, setiap langkah memiliki peran penting agar harga yang kamu tetapkan tidak merugikan bisnis. Adapun penjelasan lengkapnya sebagai berikut:

1. Hitung Seluruh Biaya Produksi Terlebih Dahulu

Langkah pertama adalah mengetahui seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk. Secara umum, biaya produksi dibagi menjadi dua jenis.

- Biaya tetap (fixed cost): Biaya yang jumlahnya tidak berubah meskipun jumlah produksi naik atau turun, misalnya sewa tempat, pajak bangunan, dan asuransi.

- Biaya variabel (variable cost): Biaya yang berubah mengikuti jumlah produksi, seperti bahan baku, kemasan, tenaga kerja langsung, dan biaya operasional selama proses produksi.

Sebagai contoh, kamu memiliki usaha makanan dengan rincian biaya berikut.

- Biaya tetap: Rp2.000.000

- Bahan baku: Rp3.000.000

- Kemasan: Rp500.000

- Tenaga kerja: Rp2.000.000

- Biaya operasional: Rp1.000.000

Maka total biaya produksi yang harus dikeluarkan adalah:

Rp2.000.000 + Rp3.000.000 + Rp500.000 + Rp2.000.000 + Rp1.000.000 = Rp8.500.000

Jika dalam satu bulan kamu memproduksi 1.000 porsi makanan, maka biaya produksi per porsi sebesar:

Rp8.500.000 ÷ 1.000 = Rp8.500

Langkah ini menjadi dasar dalam cara menentukan harga jual produk makanan karena seluruh biaya harus dihitung terlebih dahulu sebelum menentukan keuntungan.

2. Tambahkan Margin Keuntungan pada Biaya Produksi

Setelah mengetahui biaya produksi per produk, langkah berikutnya adalah menentukan margin keuntungan.

Margin merupakan persentase keuntungan yang ingin diperoleh dari setiap produk yang terjual.

Rumusnya:

Harga Jual = Biaya Produksi + (Biaya Produksi × Persentase Keuntungan)

Contoh:

- Biaya produksi per produk = Rp100.000

- Target keuntungan = 30%

Perhitungannya:

Rp100.000 + (Rp100.000 × 30%)

= Rp100.000 + Rp30.000

= Rp130.000

Artinya, harga jual produk yang dapat kamu tetapkan sebesar Rp130.000.

Baca juga: Strategi Pemasaran Produk: Definisi, Fungsi, dan Contohnya

3. Masukkan Biaya Operasional ke dalam Perhitungan

Selain biaya produksi, jangan lupa menghitung biaya operasional yang digunakan untuk menjalankan bisnis setiap hari, seperti listrik, internet, sewa toko, gaji karyawan, biaya pemasaran, hingga distribusi.

Rumusnya:

Harga Jual = (Biaya Produksi + Biaya Operasional) + (Biaya Produksi × Persentase Keuntungan)

Contoh:

- Biaya produksi = Rp100.000

- Biaya operasional = Rp20.000

- Target keuntungan = 30%

Perhitungan:

(Rp100.000 + Rp20.000) + (Rp100.000 × 30%)

= Rp120.000 + Rp30.000

= Rp150.000

Dengan cara ini, harga jual yang ditetapkan sudah memperhitungkan biaya operasional sehingga keuntungan yang diperoleh lebih realistis.

4. Tentukan Harga Jual Produk bagi Reseller

Berbeda dengan produsen, reseller tidak perlu menghitung biaya produksi karena produk diperoleh dari supplier. Fokus utama cara menentukan harga jual produk bagi reseller adalah menghitung harga beli, kemudian menambahkan markup.

Markup merupakan persentase kenaikan harga dari harga beli untuk memperoleh keuntungan.

Rumusnya:

Harga Jual = Harga Beli + (Harga Beli × Persentase Markup)

Contoh:

- Harga beli produk = Rp50.000

- Markup = 50%

Perhitungannya:

Rp50.000 + (Rp50.000 × 50%)

= Rp50.000 + Rp25.000

= Rp75.000

Sebelum menentukan besarnya markup, pastikan kamu juga membandingkan harga dengan reseller lain agar produk tetap kompetitif.

5. Gunakan Perhitungan Break Even Point (BEP)

Selain menghitung keuntungan, kamu juga perlu mengetahui Break Even Point (BEP) atau titik impas.

Titik impas merupakan kondisi ketika total pendapatan sama dengan seluruh biaya yang telah dikeluarkan. Pada tahap ini bisnis belum memperoleh keuntungan, tetapi juga tidak mengalami kerugian.

Rumusnya:

BEP = Total Biaya Tetap ÷ (Harga Jual per Unit − Biaya Variabel per Unit)

Contoh:

- Biaya tetap = Rp10.000.000

- Harga jual = Rp50.000

- Biaya variabel = Rp20.000

Perhitungan:

Rp10.000.000 ÷ (Rp50.000 − Rp20.000)

= Rp10.000.000 ÷ Rp30.000

= 334 unit

Artinya, kamu perlu menjual sedikitnya 334 unit agar seluruh biaya tertutup. Penjualan setelah angka tersebut baru mulai menghasilkan keuntungan.

6. Sesuaikan Harga dengan Nilai Produk di Mata Pelanggan

Selain menghitung biaya, kamu juga bisa mempertimbangkan nilai yang dirasakan pelanggan atau value-based pricing.

Metode ini menetapkan harga berdasarkan manfaat, kualitas, atau keunikan produk menurut pelanggan, bukan hanya berdasarkan biaya produksi.

Contohnya, sebuah produk perawatan kulit berbahan organik memiliki biaya produksi sebesar Rp60.000. 

Karena menggunakan bahan premium, memiliki sertifikasi tertentu, dan menawarkan manfaat yang lebih lengkap dibandingkan produk lain, kamu menetapkan harga jual sebesar Rp150.000.

Perhitungannya memang tidak menggunakan rumus khusus, tetapi tetap harus didukung riset pasar agar pelanggan merasa harga tersebut sebanding dengan manfaat yang diterima. 

Dengan begitu, harga yang lebih tinggi tetap memiliki alasan yang kuat di mata konsumen.

Baca juga: 13 Tips Jualan di Marketplace Facebook agar Cepat Laris

Contoh Cara Menghitung Harga Jual Produk Makanan

Supaya lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana cara menghitung harga jual pada usaha gorengan. Studi kasus ini menunjukkan bagaimana menghitung biaya produksi hingga menentukan harga jual berdasarkan target keuntungan.

Misalnya, kamu memiliki usaha gorengan yang memproduksi 500 buah gorengan dalam satu hari. Berikut contoh perhitungan biaya produksinya:

Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya

Sewa Tetap

Rp30.000

Total Biaya Tetap

Rp30.000

 

Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya

Tepung Terigu

Rp80.000

Sayuran dan bahan isian

Rp120.000

Minyak goreng

Rp150.000

Bumbu

Rp20.000

Gas

Rp25.000

Plastik dan kemasan

Rp25.000

Total Biaya Variabel

Rp420.000

Sehingga, total biaya produksi yang dikeluarkan dalam sehari adalah:

Rp30.000 + Rp420.000 = Rp450.000

Biaya produksi setiap gorengan dapat dihitung dengan rumus berikut.

Rp450.000 ÷ 500 = Rp900 per gorengan

Selanjutnya, gunakan rumus berikut untuk menghitung harga jual:

Harga Jual = Biaya Produksi + (Biaya Produksi × Persentase Keuntungan)

Misalnya, kamu menargetkan keuntungan sebesar 40%.

Harga jual = Rp900 + (Rp900 × 40%)

= Rp900 + Rp360

= Rp1.260

Agar lebih mudah saat bertransaksi, harga tersebut dapat dibulatkan menjadi Rp1.500 per gorengan.

Apa yang Harus Diperhatikan dalam Menentukan Harga Jual Produk?

Sebelum menetapkan harga jual, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan selain biaya produksi. Faktor-faktor berikut dapat membantu menentukan harga yang sesuai dengan kondisi pasar sekaligus menjaga keuntungan usaha:

1. Bandingkan dengan Harga Produk Sejenis

Cari tahu kisaran harga produk yang dijual kompetitor agar kamu memiliki gambaran harga di pasaran. Jika ingin menetapkan harga lebih tinggi, pastikan produkmu memiliki nilai tambah yang jelas sehingga pelanggan memahami alasan di balik perbedaan harga.

2. Sesuaikan dengan Target Pelanggan

Harga jual perlu disesuaikan dengan daya beli dan karakter target pelanggan. Misalnya, produk untuk pasar premium umumnya dapat dibanderol lebih tinggi selama kualitas dan manfaat yang ditawarkan juga sepadan.

3. Rencanakan Diskon dengan Bijak

Jika kamu berencana memberikan promo atau potongan harga, pertimbangkan hal tersebut sejak awal saat menentukan harga jual. Dengan begitu, bisnis tetap memperoleh keuntungan meskipun sedang menjalankan program promosi.

4. Siapkan Cadangan untuk Biaya Tak Terduga

Harga bahan baku, ongkos kirim, atau biaya operasional dapat berubah sewaktu-waktu. Menambahkan cadangan biaya dalam perhitungan harga dapat membantu menjaga margin keuntungan ketika terjadi kenaikan biaya.

5. Lakukan Tes Harga Jual

Sebelum menetapkan harga secara permanen, lakukan uji coba pada periode atau segmen pelanggan tertentu. Amati respons pelanggan, jumlah penjualan, dan keuntungan yang diperoleh. Dari hasil tersebut, kamu dapat menyesuaikan harga hingga menemukan angka yang paling sesuai.

Perhitungan harga jual yang tepat menjadi salah satu dasar dalam menyusun perencanaan keuangan usaha. Dengan perencanaan yang baik, kamu dapat mengetahui kapan bisnis mampu berkembang menggunakan keuntungan yang dimiliki dan kapan membutuhkan tambahan modal. 

Apabila membutuhkan tambahan modal, utamakan mengajukannya melalui lembaga pembiayaan resmi yang juga memberikan pendampingan untuk membantu mengembangkan kemampuan kamu sebagai pengusaha.

Di PNM, dukungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui akses pembiayaan, tetapi juga melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang dapat diikuti oleh nasabah PNM Mekaar atau PNM ULaMM.

Melalui program ini, PNM dengan komitmen Melayani Sepenuh Hati memberikan bekal ilmu bagi pengusaha mikro dan ultra mikro lewat pelatihan literasi keuangan, literasi usaha, dan literasi digital. 

Berbagai materi yang diberikan meliputi strategi pemasaran, pengelolaan keuangan usaha, pentingnya legalitas usaha, pemanfaatan media sosial, hingga pendampingan dalam pengurusan NIB dan Sertifikat Halal.

Jika ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai pembiayaan, program pemberdayaan, maupun layanan PNM lainnya, kamu dapat mengakses website PNM, media sosial seperti Instagram PNM, atau menghubungi layanan pelanggan di 1500-654.

Jangan lewatkan kesempatan untuk memperoleh akses pembiayaan sekaligus mengikuti berbagai program pelatihan! Kunjungi kantor cabang PNM terdekat dan bergabung sebagai nasabah PNM Mekaar atau PNM ULaMM.

Baca juga: Persyaratan & Cara Mendapatkan Modal Usaha dari Pemerintah