09 April 2026

Mengenal Program Pemberdayaan UMKM di PNM Beserta Tujuannya

Mengenal Program Pemberdayaan UMKM di PNM Beserta Tujuannya

Usaha mikro sering kali dimulai dari usaha rumahan seperti membuka warung, membuat kerajinan, atau membuka usaha kecil di lingkungan sekitar. 

Seiring berjalannya waktu, pelaku usaha biasanya mulai menghadapi berbagai tantangan, mulai dari mengatur keuangan usaha, memperluas pemasaran, hingga memahami pentingnya legalitas usaha.

Kondisi tersebut membuat pelaku usaha mikro tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga pendampingan agar bisnisnya bisa berkembang dengan lebih terarah. 

Oleh karena itu, pemberdayaan UMKM menjadi sangat penting agar dapat membantu kegiatan usaha dari bisnis kecil, mikro, hingga ultra mikro.

Salah satu lembaga yang aktif menjalankan pemberdayaan UMKM di Indonesia adalah PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Tidak hanya menyediakan pembiayaan usaha, PNM juga menghadirkan berbagai program pelatihan dan pendampingan bagi para nasabahnya.

Melalui berbagai program pembinaan dan pelatihan, PNM berupaya membantu para pelaku usaha mikro agar memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kepercayaan diri untuk mengembangkan bisnis mereka.

Untuk memahami lebih dalam mengenai program pemberdayaan UMKM dari PNM, mari simak penjelasan di bawah ini!

Mengenal Tujuan Pemberdayaan UMKM dari PNM

Sebelum membahas berbagai programnya, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang menjadi fokus dari kegiatan pemberdayaan tersebut. 

Secara umum, tujuan pemberdayaan UMKM dari PNM adalah membantu pelaku usaha kecil meningkatkan kemampuan usaha sehingga dapat berkembang, lebih mandiri secara ekonomi, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Berbagai program pemberdayaan ini termasuk dalam Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Berikut beberapa tujuan utama pemberdayaan UMKM yang dilakukan oleh PNM:

1. Mengembangkan Kapasitas dan Keterampilan Usaha

PNM juga berupaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha melalui berbagai pelatihan bisnis. Materinya cukup beragam, mulai dari cara mengelola usaha, meningkatkan kualitas produk, hingga strategi pemasaran.

Dengan tambahan pengetahuan tersebut, pelaku UMKM tidak hanya menjalankan usaha seperti biasa, tetapi juga mulai memahami bagaimana cara mengembangkan bisnis agar bisa bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

2. Meningkatkan Literasi Keuangan Pelaku Usaha

Salah satu tujuan pemberdayaan UMKM dari PNM adalah membantu pelaku usaha lebih memahami cara mengelola keuangan dengan baik. 

Banyak usaha kecil yang sebenarnya punya potensi berkembang, tetapi sering mengalami kendala karena pencatatan dan pengaturan keuangannya belum rapi.

Melalui pelatihan literasi keuangan, nasabah diajak belajar hal-hal dasar seperti mengatur pemasukan dan pengeluaran usaha, membuat perencanaan keuangan, hingga mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan finansial. 

Dengan pemahaman ini, usaha yang dijalankan bisa lebih terarah dan tidak mudah terganggu oleh masalah keuangan.

3. Membantu Legalitas dan Pengembangan Usaha

Dalam program pemberdayaan, PNM juga mendorong nasabah untuk memiliki legalitas usaha, salah satunya melalui Nomor Induk Berusaha (NIB). Legalitas ini penting karena dapat membuat usaha terlihat lebih profesional dan terpercaya.

Selain itu, memiliki NIB juga dapat mempermudah berbagai proses administrasi usaha, membuka peluang kerja sama dengan mitra bisnis, hingga mendukung pengembangan usaha ke tahap yang lebih besar.

Baca juga: PNM Kembali Catat Sejarah, Terbitkan Orange Bonds Pertama di Indonesia untuk Pemberdayaan Perempuan

4. Membantu Pelaku UMKM Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi

Perkembangan teknologi digital membuka banyak peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar. Karena itu, pemberdayaan UMKM dari PNM juga mencakup peningkatan literasi digital bagi nasabah.

Melalui berbagai pelatihan, nasabah diajak memanfaatkan teknologi seperti media sosial, marketplace, dan platform digital lainnya untuk mendukung kegiatan usaha. 

Dengan cara ini, pelaku UMKM dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dan meningkatkan daya saing produknya.

5. Mendorong Kemandirian Nasabah

Pemberdayaan UMKM tidak hanya berfokus pada pemberian modal usaha. PNM juga ingin membantu nasabah agar bisa menjadi pelaku usaha yang mandiri.

Artinya, nasabah diharapkan tidak hanya bergantung pada bantuan modal, tetapi juga mampu mengelola dan mengembangkan usahanya sendiri secara berkelanjutan. 

Melalui pendampingan dan berbagai pelatihan, nasabah didorong untuk terus belajar, berinovasi, dan meningkatkan kualitas usaha mereka.

6. Meningkatkan Taraf Hidup dan Kesejahteraan Keluarga

Khusus melalui program PNM Mekaar, pemberdayaan juga bertujuan membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Program ini menyasar perempuan prasejahtera yang memiliki usaha ultra mikro atau ingin memulai usaha.

Dengan adanya pembiayaan, pendampingan, serta pelatihan usaha, para nasabah diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga. 

Selain itu, kegiatan usaha yang berkembang juga berpotensi membuka lapangan kerja di lingkungan sekitar sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Program Pemberdayaan UMKM di PNM

Untuk mewujudkan berbagai tujuan tersebut, PNM menjalankan sejumlah program pemberdayaan yang dirancang sesuai dengan kebutuhan nasabah. 

Program-program ini tidak hanya fokus pada pembiayaan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas usaha melalui pelatihan, pendampingan, dan pembinaan.

Berikut beberapa program pemberdayaan UMKM yang dijalankan oleh PNM.

1. Community Leaders

Community Leaders merupakan program pelatihan yang ditujukan bagi para pendamping nasabah PNM Mekaar, seperti Account Officer dan pimpinan unit. 

Dalam program ini, para pendamping dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan agar dapat menjadi pemimpin komunitas yang mampu mendampingi nasabah secara lebih efektif.

Peran Community Leaders cukup penting karena mereka menjadi penghubung antara PNM dan nasabah di lapangan. 

Para pendamping ini membantu memberikan pelatihan sederhana, berbagi pengetahuan, serta membangun komunikasi yang baik dengan nasabah agar usaha mereka dapat berkembang.

Salah satu pelaksanaan program ini pernah dilakukan secara serentak di beberapa kota seperti Bekasi, Depok, Subang, dan Tangerang pada Oktober 2022, yang diikuti oleh ribuan peserta. 

Selain itu, pelatihan serupa juga diadakan di Bogor, Indramayu, Serang, dan Sukabumi. Dalam kegiatan tersebut, para pendamping mendapatkan materi terkait pengembangan usaha, komunikasi komunitas, hingga pemanfaatan media sosial untuk mendukung kegiatan pemberdayaan UMKM.

Melalui program ini, diharapkan para pendamping mampu membantu nasabah mengembangkan usaha mereka hingga bisa naik kelas.

2. Klasterisasi Usaha

Program klasterisasi usaha merupakan program pembinaan yang dilakukan dengan mengelompokkan nasabah berdasarkan jenis usaha yang mereka jalankan. Hal ini dilakukan karena setiap bidang usaha memiliki kebutuhan dan tantangan yang berbeda.

Dengan pendekatan klasterisasi, PNM dapat memberikan pembinaan yang lebih tepat sasaran. Misalnya, pelaku usaha kuliner akan mendapatkan pelatihan yang berbeda dengan pelaku usaha kerajinan atau perdagangan.

Saat ini, telah terbentuk ratusan klaster usaha dari berbagai sektor bisnis. Melalui pendekatan ini, pelaku UMKM bisa mendapatkan pembinaan yang lebih relevan, baik dalam hal pengelolaan keuangan, proses produksi, maupun strategi pemasaran.

Baca juga: Dirut PNM: Literasi Jadi Kunci Pemberdayaan Anak dan Generasi Muda

3. Program Mekaarpreneur

Mekaarpreneur merupakan program pemberdayaan intensif yang dirancang khusus bagi nasabah PNM Mekaar yang ingin mengembangkan usahanya lebih jauh. 

Program ini biasanya diikuti oleh nasabah terpilih yang memiliki potensi usaha untuk berkembang, terutama di sektor kuliner dan kriya.

Peserta program akan mengikuti serangkaian pelatihan dan pembinaan selama beberapa bulan. Materi yang diberikan mencakup pengembangan produk, pengelolaan operasional usaha, branding, hingga pemasaran digital melalui platform online.

Program ini juga menggunakan sistem tahapan evaluasi, di mana peserta akan melalui beberapa tahap seleksi hingga akhirnya dipilih peserta terbaik yang mempresentasikan ide pengembangan bisnis mereka di hadapan juri dari praktisi bisnis dan pakar industri.

Melalui program Mekaarpreneur, PNM berharap pelaku usaha ultra mikro dapat meningkatkan daya saing dan mampu membawa usahanya berkembang lebih besar.

4. Pelatihan Literasi

Selain program khusus, PNM juga rutin mengadakan berbagai pelatihan literasi bagi nasabah. Pelatihan ini umumnya mencakup tiga bidang utama, yaitu literasi keuangan, literasi usaha, dan literasi digital.

Dalam pelatihan literasi keuangan, nasabah belajar mengelola keuangan usaha dan keluarga agar lebih stabil. 

Sementara itu, literasi usaha membantu nasabah memahami cara mengembangkan bisnis, termasuk pentingnya legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha.

Di sisi lain, literasi digital membantu nasabah memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan bisnis, seperti mempromosikan produk melalui media sosial atau memanfaatkan marketplace untuk memperluas pasar.

Melalui berbagai pelatihan ini, pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan kemampuan usaha secara bertahap dan lebih siap menghadapi perkembangan dunia bisnis.

Demikian pembahasan mengenai pemberdayaan UMKM di PNM, mulai dari tujuan hingga programnya.

Pemberdayaan UMKM tidak hanya soal memberikan modal usaha. Lebih dari itu, pemberdayaan juga bertujuan membantu pelaku usaha kecil agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk mengembangkan usahanya secara mandiri. 

Melalui berbagai program seperti Community Leaders, klasterisasi usaha, Mekaarpreneur, hingga pelatihan literasi, PNM berupaya mendukung pelaku usaha ultra mikro agar bisa meningkatkan kapasitas usaha dan membuka peluang berkembang lebih besar.

Jika kamu memiliki usaha kecil atau ingin mulai berwirausaha, kamu juga bisa mendapatkan dukungan melalui program pembiayaan dari PNM. Misalnya, melalui PNM Mekaar  yang ditujukan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro dengan pembiayaan tanpa agunan. 

Selain itu, ada juga PNM ULaMM yang menyediakan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil, yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan usaha seperti menambah stok barang, termasuk menutup utang usaha.

Dengan dukungan pembiayaan sekaligus pemberdayaan yang tepat, pelaku UMKM memiliki peluang lebih besar untuk menjalankan usaha dengan lebih stabil dan berkembang ke tahap berikutnya.

Kalau kamu ingin mencari tahu lebih banyak tentang program pelatihan usaha maupun pembiayaan dari PNM, sebaiknya pastikan informasi yang kamu dapatkan berasal dari kanal resmi. 

Informasi tersebut bisa kamu lihat langsung melalui website resmi PNM, menghubungi call center di 1500-654, mengikuti akun media sosial resmi PNM, atau datang ke kantor cabang PNM terdekat.

Tim PNM juga siap #MelayaniSepenuhHati untuk membantu memberikan penjelasan terkait berbagai program yang tersedia, mulai dari pelatihan hingga pembiayaan bagi pelaku usaha.

Segera bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar atau PNM ULaMM untuk ikuti berbagai pelatihan dan pendampingan yang tersedia di Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) dari PNM!

Baca juga: Lewat Peran Ketua Kelompok Mekaar, PNM Wujudkan Pemberdayaan Komunitas