28 October 2026

Modal Usaha Laundry: Rincian Biaya & Contoh Perhitungannya

Modal Usaha Laundry: Rincian Biaya & Contoh Perhitungannya

Kamu ingin membuka usaha laundry, tetapi masih bingung berapa modal yang perlu disiapkan? Mungkin kamu sudah mulai mencari harga mesin cuci atau membayangkan tempat yang akan digunakan untuk menerima cucian pelanggan. Namun, bagaimana dengan biaya lain yang diperlukan agar usaha bisa terus berjalan?

Sebelum mengeluarkan uang untuk membeli peralatan, ada baiknya kamu menghitung kebutuhan modal secara menyeluruh. Dengan begitu, kamu bisa menentukan perlengkapan yang perlu dibeli lebih dahulu dan memperkirakan biaya yang harus disiapkan setelah usaha mulai beroperasi.

Lalu, bagaimana cara menghitung modal usahalaundry agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuanganmu? Yuk, pahami faktor yang memengaruhi biaya serta simak contoh perhitungannya berikut ini.

Berapa Modal Usaha Laundry yang Dibutuhkan?

Besarnya modal usaha laundry yang perlu disiapkan bergantung pada skala usaha, jenis layanan, peralatan, dan tempat yang kamu gunakan. 

Artinya, modal yang dibutuhkan untuk membuka laundry rumahan bisa berbeda dari modal untuk usaha dengan tempat khusus dan peralatan yang lebih lengkap.

Jika ingin memulai dari rumah, kamu bisa menggunakan satu mesin cuci dan mengerjakan proses pencucian serta penyetrikaan sendiri. Dengan cara ini, kamu tidak perlu langsung mengeluarkan biaya untuk menyewa tempat atau membayar pegawai.

Namun, jika kamu ingin membuka laundry di tempat khusus, ada kebutuhan tambahan yang perlu kamu perhitungkan. Misalnya, biaya sewa, penataan tempat, instalasi air dan listrik, serta pembelian mesin pengering jika layananmu membutuhkannya.

Kamu juga perlu menyiapkan dana untuk membeli detergen, pewangi, kemasan pakaian, dan membayar kebutuhan operasional awal. Jadi, jangan sampai seluruh modal habis untuk membeli mesin cuci, sementara kamu belum memiliki cukup dana untuk menjalankan usaha.

Supaya perhitungannya lebih sesuai dengan rencanamu, kenali dahulu berbagai faktor yang menentukan besarnya modal usaha laundry berikut ini.

Faktor yang Menentukan Besaran Modal Usaha Laundry

Beberapa faktor yang menentukan besaran modal usaha laundry adalah jenis dan jumlah peralatan laundry, lokasi dan kondisi tempat usaha, bahan laundry dan kemasan, serta biaya operasional awal. 

1. Jenis dan Jumlah Peralatan Laundry

Peralatan merupakan salah satu kebutuhan utama saat kamu membuka usaha laundry. Jenis dan jumlahnya perlu disesuaikan dengan layanan yang ingin kamu tawarkan serta perkiraan jumlah cucian yang akan diterima. Berikut beberapa perlengkapan yang bisa kamu masukkan dalam daftar kebutuhan:

- Mesin cuci. Kamu bisa memilih mesin cuci satu tabung atau dua tabung sesuai anggaran dan kebutuhan usaha. Mesin cuci biasa umumnya hanya memeras air melalui fitur spin sehingga pakaian masih perlu dijemur setelah dicuci.

- Mesin cuci sekaligus pengering (washer dryer combo). Jika ingin lebih praktis, kamu bisa mempertimbangkan mesin yang memiliki fungsi mencuci dan mengeringkan dalam satu perangkat. Namun, harganya cenderung lebih tinggi dan proses mencuci sekaligus mengeringkan bisa memakan waktu lebih lama.

- Mesin pengering (tumble dryer). Mesin ini berfungsi untuk mengeringkan pakaian setelah dicuci menggunakan mesin cuci terpisah. Namun, kamu perlu menyiapkan anggaran tambahan untuk pembelian mesin dan biaya listriknya.

- Setrika atau setrika uap. Kamu memerlukan peralatan ini kalau kamu ingin menawarkan layanan penyetrikaan. 

- Timbangan. Jika kamu membuka laundry kiloan, timbangan diperlukan untuk mengetahui berat pakaian sebelum menentukan biaya layanannya.

- Keranjang dan rak pakaian. Gunakan perlengkapan ini untuk memisahkan cucian yang belum diproses, pakaian yang sedang dikerjakan, dan pakaian yang sudah selesai.

Kamu tidak harus membeli semua peralatan sekaligus. Kuncinya adalah tentukan layanan utama yang ingin kamu tawarkan, lalu prioritaskan perlengkapan yang benar-benar diperlukan untuk menjalankannya.

Sebelum membeli, bandingkan harga, kapasitas, konsumsi listrik, garansi, dan biaya perawatan. Dengan begitu, kamu bisa memilih peralatan yang sesuai dengan kebutuhan tanpa  mengeluarkan terlalu banyak dana.

Baca juga: Cara Mendapatkan Modal Usaha Mikro & Tips Mengajukan

2. Lokasi dan Kondisi Tempat Usaha

Tempat yang kamu pilih juga memengaruhi jumlah modal yang perlu disiapkan. Jika ingin memulai laundry dari rumah sendiri, kamu bisa mengurangi pengeluaran karena tidak perlu membayar sewa tempat. Jika memilih tempat khusus, perhitungkan beberapa biaya berikut:

- Sewa tempat dan pembayaran awal sesuai ketentuan pemilik.

- Penataan ruangan atau renovasi ringan.

- Pemasangan instalasi air, listrik, dan saluran pembuangan jika belum tersedia.

- Perlengkapan tambahan untuk menata area pencucian dan penyimpanan pakaian.

Sebelum menyewa, periksa kondisi tempat secara langsung. Jika kamu harus melakukan banyak perbaikan, biaya persiapannya bisa bertambah. Sebaliknya, tempat yang sudah memiliki fasilitas dasar dapat mengurangi pengeluaran awal.

3. Bahan Laundry dan Kemasan

Setelah peralatan tersedia, kamu perlu menyiapkan bahan yang digunakan untuk mencuci dan mengemas pakaian. Kebutuhan ini mungkin terlihat kecil jika dihitung satu per satu, tetapi pengeluarannya akan berulang selama usaha berjalan. Beberapa bahan dan perlengkapan yang perlu kamu siapkan meliputi:

- Detergen untuk mencuci pakaian.

- Pewangi dan pelembut pakaian sesuai dengan layanan yang kamu tawarkan.

- Bahan pembersih tambahan jika diperlukan.

- Plastik kemasan untuk membungkus pakaian yang sudah selesai.

- Label atau penanda untuk membantu membedakan pakaian pelanggan.

- Nota untuk mencatat pesanan dan pembayaran.

Lalu, berapa banyak stok yang sebaiknya kamu beli? Kamu bisa menentukannya dari perkiraan jumlah cucian yang sanggup kamu tangani pada tahap awal.  

Jangan lupa catat pemakaian deterjen, pewangi, dan kemasan selama usaha berjalan. Dari catatan tersebut, kamu bisa memperkirakan jumlah stok yang dibutuhkan dan menentukan waktu yang tepat untuk membeli persediaan berikutnya.

4. Biaya Operasional Awal

Kamu juga perlu menyiapkan uang untuk menjalankan usaha setelah semua peralatan tersedia. Pengeluaran ini disebut biaya operasional, yaitu biaya yang muncul selama kegiatan usaha berlangsung.

Contohnya adalah listrik dan air untuk mencuci, pembelian ulang bahan laundry, serta upah pegawai jika kamu mempekerjakan orang lain. Jika kamu menyediakan layanan antar-jemput pakaian, biaya transportasi juga perlu masuk dalam perhitungan. Agar tidak tercampur, pisahkan kebutuhan modal menjadi dua kelompok berikut:

- Biaya awal, seperti pembelian mesin cuci, setrika, timbangan, dan perlengkapan pertama.

- Biaya operasional, seperti listrik, air, pembelian bahan laundry, upah pegawai, dan transportasi selama usaha berjalan.

Kamu sebaiknya tidak hanya menghitung biaya untuk membuka usaha, tetapi juga menyiapkan dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional awal. Dengan begitu, kamu tidak perlu langsung mencari tambahan dana ketika persediaan mulai habis atau tagihan usaha harus dibayar.

Sisihkan pula dana cadangan untuk pengeluaran yang belum bisa dipastikan. Misalnya, ada perlengkapan yang perlu diperbaiki atau penggunaan bahan ternyata lebih tinggi daripada perkiraan awal.

Contoh Perhitungan Modal Usaha Laundry Skala Kecil

Agar lebih mudah dipahami, kamu bisa mengikuti cara perhitungan modal usaha laundry Bu Idah berikut ini.

Jadi, Bu Idah ingin membuka laundry rumahan untuk menambah penghasilan. Ia memutuskan untuk menggunakan sebagian ruang di rumahnya sendiri, membeli satu mesin cuci, dan mengerjakan pencucian serta penyetrikaan secara mandiri.

Bu Idah juga belum ingin membeli mesin pengering atau mempekerjakan pegawai. Dengan rencana tersebut, ia dapat memprioritaskan peralatan utama dan kebutuhan operasional awal Berikut simulasi modal usaha laundry yang perlu disiapkan Bu Idah.

Kebutuhan

Estimasi Biaya

Keterangan

Mesin cuci 1 tabung

Rp2.500.000

Satu unit  

Setrika dan alas setrika

Rp250.000

Untuk menyetrika pakaian

Timbangan

Rp150.000

Untuk menimbang cucian

Keranjang dan rak sederhana

Rp300.000

Untuk memisahkan dan menyimpan pakaian

Deterjen, pewangi, dan pelembut

Rp400.000

Persediaan bahan awal

Plastik kemasan, label, dan nota

Rp150.000

Untuk mengemas dan mencatat pesanan

Cadangan listrik dan air

Rp300.000

Perkiraan kebutuhan operasional awal

Dana cadangan operasional

Rp500.000

Untuk pengeluaran tak terduga

Total estimasi modal awal

Rp4.550.000

 

Dari simulasi tersebut, Bu Idah perlu menyiapkan sekitar Rp4.550.000 untuk memulai laundry rumahan dengan asumsi yang sudah ditentukan.

Kamu bisa menggunakan tabel tersebut sebagai lembar perencanaan awal. Ganti setiap angka dengan harga yang kamu temukan dan tambahkan kebutuhan lain sesuai kondisi usahamu.

Baca juga: Cara Mengelola Modal Pinjaman Usaha Mikro dengan Bijak

Tips Mengatur Modal Usaha Laundry agar Lebih Efisien

Mengetahui jumlah modal saja belum cukup. Kamu juga perlu mengatur penggunaannya agar dana yang tersedia bisa memenuhi kebutuhan usaha sejak awal. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu terapkan.

1. Prioritaskan Peralatan yang Benar-Benar Dibutuhkan

Coba tentukan layanan yang ingin kamu tawarkan terlebih dahulu. Jika kamu baru menyediakan laundry kiloan dengan layanan cuci dan setrika, prioritaskan mesin cuci, setrika, timbangan, serta perlengkapan pendukung.

Kamu bisa mempertimbangkan pembelian mesin pengering atau penambahan mesin cuci setelah jumlah pesanan meningkat. Dengan cara ini, kamu tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk peralatan yang belum banyak digunakan.

2. Bandingkan Harga Sebelum Membeli

Jangan langsung membeli peralatan dari toko pertama yang kamu temukan. Luangkan waktu untuk membandingkan harga dan spesifikasi dari beberapa penjual.

Periksa juga kapasitas, kebutuhan listrik, garansi, dan biaya perawatan. Harga pembelian yang murah belum tentu menjadi pilihan yang sesuai jika peralatan tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan usahamu.

3. Sesuaikan Stok dengan Perkiraan Cucian

Bahan laundry memang perlu disiapkan, tetapi kamu tidak harus membeli persediaan dalam jumlah besar sejak awal. Perkirakan kebutuhan deterjen, pewangi, dan kemasan berdasarkan jumlah cucian yang akan kamu tangani.

Setelah usaha berjalan, catat jumlah bahan yang digunakan. Catatan tersebut akan membantumu menentukan jumlah pembelian berikutnya sehingga modal tidak terlalu banyak tertahan dalam bahan laundry.

4. Pisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi

Biasakan memisahkan uang yang digunakan untuk kebutuhan laundry dari uang pribadi. Kamu juga perlu mencatat pemasukan dari setiap pesanan. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui berapa uang yang masih tersedia untuk menjalankan usaha dan menghindari penggunaan dana operasional untuk kebutuhan di luar bisnis.

5. Siapkan Dana Cadangan dan Kembangkan Usaha Bertahap

Jangan menghabiskan seluruh modal untuk membeli peralatan. Sisihkan sebagian dana untuk menghadapi pengeluaran tak terduga, terutama ketika pemasukan usahamu belum stabil.

Setelah menerima pesanan selama beberapa waktu, evaluasi jumlah cucian, pemakaian bahan, dan kebutuhan peralatan. Jika permintaan meningkat dan kondisi keuangan memungkinkan, kamu bisa menambah kapasitas usaha secara bertahap.

Nah, sekarang, kamu sudah memiliki gambaran tentang komponen yang perlu dihitung sebelum membuka laundry. Jika setelah menyusun anggaran ternyata dana yang tersedia belum mencukupi, PNM Mekaar dapat menjadi salah satu alternatif pembiayaan yang bisa kamu pertimbangkan.

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM merupakan institusi keuangan nonbank milik negara yang berada dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan Pegadaian di bawah Danantara.

PNM melalui program Mekaar menyediakan akses pembiayaan bagi pengusaha UMKM, khususnya perempuan prasejahtera yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan.

Tidak hanya memberikan pembiayaan, PNM juga menghadirkan pendampingan usaha melaluiProgram Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Pendampingan ini bertujuan membantu kamu mengasah keterampilan dalam mengelola keuangan sekaligus mengembangkan usaha.

Melalui campaign Melayani Sepenuh Hati, dukungan tersebut diharapkan dapat membantu kamu mengelola dan menjalankan usaha secara lebih terarah.

Perlu diperhatikan bahwa PNM tidak melayani pengajuan pinjaman online melalui aplikasi maupun situs web. Untuk mengajukan pembiayaan, kamu harus datang langsung ke kantor unit PNM.

Apabila ingin mengajukan pembiayaan untuk usaha laundry, kamu dapat mendatangikantor cabang PNM terdekat guna mendapatkan informasi tentang persyaratan dan prosedur pengajuan. Informasi lainnya juga tersedia melaluisitus resmi PNM atau call center PNM di nomor 1500-654.

Baca juga: Apa Itu Mekaarpreneur di PNM? Program & Contohnya