Tips dan Cara Membuat Deskripsi Produk yang Menarik & Jelas

Deskripsi produk adalah penjelasan mengenai barang atau jasa yang kamu tawarkan kepada calon pembeli. Di dalamnya, kamu bisa mencantumkan informasi terkait manfaat, bahan, ukuran, varian, cara penggunaan, dan hal lain yang perlu diketahui pembeli.
Nah, kira-kira apa saja isi deskripsi produk? Yuk, simak penjelasan selengkapnya di artikel ini, lengkap dengan penjelasan tentang cara membuat dan tips yang bisa kamu terapkan agar stratgei jualan online-mu semakin efektif.
Apa Saja Isi Deskripsi Produk?
Setiap produk memiliki karakteristik yang berbeda. Deskripsi untuk makanan tentu tidak akan sama dengan pakaian, kerajinan, atau peralatan rumah tangga.
Meski begitu, ada beberapa informasi yang bisa kamu jadikan panduan saat membuat deskripsi produk. Tidak semuanya harus dicantumkan, jadi pilih informasi yang memang relevan dengan barang yang kamu jual.
Nama dan Jenis Produk
Saat membuat deskripsi produk, cantumkan nama dan jenis barang yang kamu jual secara jelas.
Misalnya, daripada hanya menulis “Camilan Enak”, kamu bisa menggunakan nama “Keripik Pisang Cokelat 100 Gram”. Nama ini memberi gambaran tentang jenis produk, rasa, dan ukuran kemasannya.
Pilih nama yang spesifik dan mudah dipahami agar calon pembeli lebih mudah menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Manfaat atau Kegunaan
Setelah menyebutkan produknya, jelaskan kegunaan atau manfaat yang bisa diperoleh pembeli. Sesuaikan penjelasan dengan fungsi produk agar mereka bisa membayangkan bagaimana produk tersebut dapat digunakan.
Hindari klaim yang berlebihan. Cukup sampaikan manfaat yang memang sesuai dengan fungsi produk agar calon pembeli mendapatkan gambaran yang jelas sebelum membeli.
Baca juga: 6 Ide Produk Jualan Online untuk Pemula & Tips Menjalankannya
Bahan atau Komposisi
Bahan atau komposisi juga bisa menjadi pertimbangan pembeli saat memilih produk. Karena itu, cantumkan informasi ini jika relevan dengan barang yang kamu jual.
Jika menjual makanan, misalnya, kamu bisa mencantumkan bahan-bahan yang digunakan. Sementara itu, untuk produk pakaian, kamu bisa menjelaskan jenis kainnya, seperti katun atau linen.
Informasi tersebut membantu calon pembeli menilai apakah produkmu sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.
Ukuran, Varian, dan Spesifikasi
Jangan lupa mencantumkan detail yang membedakan satu produk dengan produk lainnya. Informasinya bisa berupa ukuran, berat, warna, rasa, kapasitas, atau pilihan varian yang tersedia.
Misalnya, kamu menjual keripik pisang dalam kemasan 100 gram dan 250 gram. Cantumkan kedua pilihan tersebut agar pembeli bisa menentukan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan atau budget mereka.
Dengan informasi yang lengkap, kamu juga bisa mengurangi risiko komplain karena informasi yang dibutuhkan sudah tercantum dalam deskripsi.
Informasi Tambahan
Selain informasi utama, kamu bisa mencantumkan detail lain yang membantu pembeli menggunakan atau merawat produk. Misalnya, cara penyimpanan dan masa simpan untuk makanan atau petunjuk perawatan untuk pakaian. Pilih informasi yang memang relevan dengan produkmu dan mungkin dibutuhkan oleh pembeli.
Cara Membuat Deskripsi Produk
Setelah mengetahui informasi yang perlu dicantumkan, kamu bisa mulai menyusunnya menjadi deskripsi produk yang menarik dan mudah dipahami. Agar deskripsi lebih efektif, perhatikan beberapa hal berikut.
1. Sesuaikan dengan Kebutuhan Calon Pembeli
Pahami apa yang biasanya dicari calon pembeli dari produk sejenis. Dengan begitu, kamu bisa menonjolkan hal yang paling menarik bagi mereka dalam deskripsi produkmu.
Misalnya, jika kamu menjual sambal kemasan, kamu bisa menekankan bahwa sambal tersebut praktis disajikan sebagai pelengkap berbagai hidangan. Penjelasan seperti ini membantu calon pembeli membayangkan bagaimana produkmu bisa digunakan dalam keseharian mereka.
Baca juga: 8 Cara Menentukan Target Pasar agar Promosi Tepat Sasaran
2. Tonjolkan Keunikan Produk
Jika produkmu memiliki ciri khas yang membedakannya dari produk sejenis, manfaatkan hal tersebut sebagai daya tarik. Misalnya, dari segi perbedaan rasa, desain, atau cara pengemasan pun bisa menjadi nilai tambah.
Contohnya, jika kamu menjual kue kering dengan beberapa pilihan rasa dalam satu paket, kamu bisa menonjolkan variasi tersebut agar pembeli punya lebih banyak pilihan untuk dinikmati bersama keluarga atau disajikan saat menerima tamu.
3. Gunakan Kalimat yang Ringkas dan Jelas
Sampaikan informasi secara langsung agar calon pembeli tidak perlu membaca kalimat yang berulang untuk memahami produkmu. Pilih kata-kata yang sederhana dan hindari penggunaan istilah promosi yang berlebihan.
Misalnya, daripada menulis, “Produk ini sangat praktis, mudah dibawa, dan cocok dibawa ke mana saja,” kamu bisa menulis, “Dikemas dalam ukuran kecil sehingga mudah dibawa saat bepergian.” Kalimat tersebut lebih ringkas dan menjelaskan alasan produk dianggap praktis.
4. Periksa Kembali Sebelum Dipublikasikan
Sebelum mengunggah deskripsi ke marketplace atau media sosial, baca kembali tulisanmu. Pastikan kalimatnya mudah dipahami, informasi yang disampaikan sudah benar, dan tidak ada klaim yang berlebihan.
Periksa juga apakah deskripsi tersebut sudah membantu calon pembeli memahami produk tanpa harus menanyakan kembali hal-hal yang sebenarnya bisa dijelaskan sejak awal.
Dengan langkah-langkah tersebut, kamu bisa menyusun deskripsi produk yang lebih jelas dan menarik, sekaligus membantu calon pembeli mempertimbangkan produk yang kamu tawarkan.
Tips Menulis Deskripsi Produk yang Menarik
Agar deskripsi produk lebih menarik dan mudah dipahami calon pembeli, kamu bisa menerapkan beberapa tips berikut.
- Gunakan bahasa yang mudah dipahami. Tulis deskripsi seolah-olah kamu sedang menjelaskan produk kepada calon pembeli secara langsung. Hindari istilah yang sulit dipahami atau kalimat berbelit-belit.
- Tonjolkan hal yang membuat produkmu menarik. Pilih hal yang benar-benar membedakan produkmu dari produk sejenis.
- Sesuaikan deskripsi dengan tempat berjualan. Jika berjualan di marketplace, susun informasi secara jelas agar pembeli mudah menemukan detail produk. Sementara itu, jika memasarkan produk lewat media sosial, kamu bisa menggunakan pembuka yang menarik perhatian sebelum menjelaskan produk lebih lanjut.
- Hindari klaim yang berlebihan. Kata-kata seperti premium, terbaik, atau paling murah belum tentu membuat calon pembeli yakin. Lebih baik jelaskan keunggulan produk berdasarkan fakta, seperti bahan yang digunakan, fitur yang tersedia, atau proses pembuatannya.
- Buat deskripsi tetap ringkas dan fokus. Hindari mengulang informasi yang sama atau memasukkan cerita yang tidak berkaitan langsung dengan produk.
- Pastikan informasi sesuai dengan produk yang tersedia. Periksa kembali detail produk sebelum deskripsi dipublikasikan. Jika ada perubahan harga, varian, ukuran, atau stok, segera perbarui informasi agar pembeli tidak menerima informasi yang sudah tidak sesuai.
Dengan menerapkan tips tersebut, kamu bisa membuat deskripsi produk yang lebih jelas dan meyakinkan. Agar semakin siap mengembangkan usaha, kamu juga bisa menambah pengetahuan tentang pemasaran dan pengelolaan bisnis melalui programPengembangan Kapasitas Usaha (PKU) dari PNM.
PT Permodalan Nasional Madani (Persero) adalah lembaga keuangan nonbank milik negara yang berperan dalam mendukung pengembangan UMKM melalui pembiayaan dan pendampingan usaha.
Sebagai bagian dari campaign Melayani Sepenuh Hati, PNM menyelenggarakan pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang meliputi literasi keuangan, usaha, dan digital guna meningkatkan pengetahuan serta keterampilan pengusaha UMKM dalam menjalankan bisnis.
Melalui program tersebut, nasabahPNM Mekaar danPNM ULaMM berkesempatan memperoleh pendampingan dan pelatihan usaha, selain mendapatkan akses pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Penting untuk diketahui bahwa PNM tidak menyediakan pinjaman online melalui aplikasi maupun website. Pengajuan pembiayaan harus dilakukan secara langsung melaluikantor cabang PNM.
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut tentang pembiayaan dan program pendampingan usaha, kamu dapat mengunjungi website resmi PNM atau menghubungi call center PNM di nomor 1500-654.
Baca juga: Mengenal Pendampingan Usaha Mikro di PNM dan Penerapannya

Pemberdayaan | 29 Oct 2026
Berapa Dana Darurat yang Ideal untuk Usaha: UMKM Wajib Tahu!





