Apa Itu Toko Kelontong: Definisi dan Jenis-Jenisnya

Ingin punya usaha yang bisa dikelola dari rumah? Ada banyak pilihan usaha yang bisa kamu pertimbangkan, salah satunya adalah toko kelontong. Jenis usaha ini cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari karena menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga yang sering dicari masyarakat.
Namun, sebelum memulai usaha ini dari nol, kamu perlu memahami apa itu toko kelontong, barang apa saja yang biasanya dijual, serta jenis toko kelontong yang bisa kamu pilih sesuai dengan kemampuan dan target pelanggan.
Yuk, simak penjelasan lengkapnya sampai akhir agar kamu bisa menentukan jenis toko kelontong yang paling sesuai untuk usahamu.
Apa Itu Toko Kelontong?
Toko kelontong adalah usaha yang menjual berbagai kebutuhan sehari-hari dalam satu tempat. Barang yang dijual cukup beragam, mulai dari sembako seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur, hingga makanan dan minuman, produk kebersihan, kebutuhan dapur, serta kebutuhan rumah tangga lainnya.
Beberapa toko kelontong juga menyediakan produk digital, seperti pulsa, paket data, dan token listrik. Jenis barang yang dijual biasanya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di sekitar toko.
Istilah "kelontong" sendiri sudah dikenal sejak lama. Menurut KBBI, kelontong berkaitan dengan bunyi alat yang digunakan pedagang untuk menarik perhatian pembeli. Istilah ini kemudian digunakan untuk menyebut pedagang yang menjual berbagai barang kebutuhan sehari-hari.
Dulu, pedagang kelontong banyak berjualan secara berkeliling. Seiring waktu, sebagian pedagang mulai menetap dan membuka toko sehingga masyarakat mengenalnya sebagai toko kelontong.
Saat ini, toko kelontong biasanya berada di dekat permukiman, seperti di dalam perumahan, gang, desa, atau pinggir jalan. Lokasi tersebut membuat pembeli bisa mendapatkan kebutuhan sehari-hari tanpa harus pergi jauh.
Toko kelontong juga sering dijalankan dari rumah dengan memanfaatkan teras atau bagian depan rumah sebagai tempat berjualan. Pengelolaannya bisa dilakukan sendiri atau dibantu oleh anggota keluarga.
Toko kelontong juga memiliki jam buka yang cukup fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan di sekitar. Jadi, jika rumahmu berada di lingkungan yang cukup ramai, membuka toko kelontong menjadi salah satu pilihan usaha rumahan yang bisa kamu pertimbangkan.
Baca juga: 17 Ide Usaha di Kampung Beserta Tips Memulai Usahanya
Jenis-Jenis Toko Kelontong
Berdasarkan cara penjualannya, toko kelontong dibedakan menjadi dua jenis, yaitu toko kelontong grosir dan toko kelontong eceran. Keduanya memiliki perbedaan dari segi jumlah barang yang dijual, target pembeli, hingga modal yang dibutuhkan.
Aspek | Toko Kelontong Grosir | Toko Kelontong Eceran |
Sistem penjualan | Menjual barang dalam jumlah banyak, seperti per dus atau lusin. | Menjual barang secara satuan atau sesuai kebutuhan. |
Target pembeli | Warung atau toko lain yang membeli untuk dijual kembali. | Konsumen yang membeli untuk kebutuhan sendiri. |
Harga barang | Biasanya lebih murah karena dibeli dalam jumlah banyak. | Biasanya lebih tinggi karena dijual secara satuan. |
Modal | Membutuhkan modal lebih besar untuk menyediakan banyak stok. | Bisa dimulai dengan stok yang lebih terbatas. |
Toko Kelontong Grosir
Toko kelontong grosir menjual barang dalam jumlah banyak dengan harga per unit yang biasanya lebih murah. Jika kamu ingin menyasar pemilik warung atau toko lain yang membutuhkan stok untuk dijual kembali, toko kelontong grosir akan lebih cocok.
Namun, kamu perlu menyiapkan modal yang lebih besar karena barang yang dibeli dan disimpan juga lebih banyak. Selain itu, kamu membutuhkan tempat penyimpanan yang cukup dan pemasok yang bisa menyediakan stok secara rutin.
Dari segi lokasi, toko grosir lebih cocok berada di tempat yang mudah dijangkau oleh pemilik warung atau usaha lain, misalnya di pinggir jalan yang cukup ramai atau area yang dekat dengan banyak usaha.
Baca juga: 15 Ide Usaha Sampingan Ibu Rumah Tangga yang Bisa Dicoba!
Toko Kelontong Eceran
Toko kelontong eceran menjual barang secara satuan langsung kepada konsumen. Jika kamu ingin membuka toko untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga di sekitar rumah, jenis usaha ini akan lebih cocok
Kamu tidak perlu menyediakan stok dalam jumlah besar sejak awal sehingga bisa memulainya meski dengan modal yang terbatas. Kamu juga bisa memanfaatkan teras atau bagian depan rumah sebagai tempat berjualan.
Untuk lokasinya, toko eceran lebih cocok berada di area yang dekat dengan calon pembeli, seperti permukiman, perumahan, atau lingkungan yang cukup ramai. Dengan begitu, warga sekitar bisa lebih mudah datang ketika membutuhkan barang sehari-hari.
Tertarik membuka usaha toko kelontong sendiri tapi belum modal yang kamu punya masih kurang? Kamu bisa memanfaatkan pembiayaan dari PNM Mekaar.
PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM merupakan lembaga keuangan nonbank milik negara yang tergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan Pegadaian di bawah Danantara.
MelaluiPNM Mekaar, PNM berfokus memberikan pembiayaan kepada pengusaha UMKM, khususnya perempuan yang belum memiliki akses pembiayaan dari perbankan.
Sejalan dengan campaign Melayani Sepenuh Hati, PNM tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga pendampingan melaluiProgram Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Jadi, selain memperoleh modal usaha, kamu juga akan mendapatkan pelatihan dan pengetahuan yang dapat membantumu mempersiapkan serta mengembangkan usaha.
Namun, perlu kamu catat bahwa PNM tidak menyediakan pinjaman online melalui aplikasi maupun website. Pengajuan pembiayaan dilakukan secara tatap muka melalui kantor unit PNM terdekat.
Jika kamu tertarik mengajukan pembiayaan untuk mempersiapkan usaha toko kelontong, kamu bisa datang langsung kekantor cabang PNM di daerahmu. Kamu juga bisa melihat informasi lengkap melaluiwebsite resmi PNM atau menghubungi call center PNM di 1500-654.
Baca juga: Syarat & Cara Ambil Pinjaman untuk Ibu Rumah Tangga Tanpa Jaminan di PNM

Pemberdayaan | 30 Sep 2026
7 Strategi Digital Marketing UMKM agar Jangkau Banyak Pembeli



Pemberdayaan | 30 Sep 2026
7 Strategi Digital Marketing UMKM agar Jangkau Banyak Pembeli


