30 September 2026

7 Strategi Digital Marketing UMKM agar Jangkau Banyak Pembeli

7 Strategi Digital Marketing UMKM agar Jangkau Banyak Pembeli

Digital marketing adalah cara memasarkan produk atau jasa lewat media digital, seperti media sosial, marketplace, mesin pencari, atau website. 

Bagi pengusaha UMKM, strategi digital marketing bisa membantu produkmu lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan.

Kamu tidak perlu langsung menggunakan banyak platform atau mengeluarkan biaya besar untuk memulai. Cukup pilih media yang paling sering dipakai calon pelanggan atau target pasar usahamu, lalu terapkan strategi digital marketing secara konsisten di sana.

Lantas, bagaimana cara menyusun strategi digital marketing untuk UMKM? Mari simak penjelasan selengkapnya di artikel ini!

7 Strategi Digital Marketing untuk UMKM

Berikut 7 strategi digital marketing yang bisa kamu lakukan, mulai dari mengenali target pasar dan kebutuhannya, memilih media digital yang sesuai, membuat konten secara konsisten, membangun branding, menggunakan iklan digital sesuai kemampuan, memberikan pelayanan yang baik, hingga mengevaluasi hasilnya.

1. Kenali Target Pasar dan Kebutuhan Pelanggan

Langkah pertama dalam strategi digital marketing untuk UMKM adalah menentukan target pasar. Target pasar adalah kelompok orang yang paling mungkin membutuhkan dan membeli produk yang kamu jual.

Coba kenali calon pelangganmu berdasarkan usia, lokasi, pekerjaan, kebiasaan belanja, hingga kebutuhan mereka. Misalnya, kalau kamu menjual makanan ringan dengan harga terjangkau, target pasarnya bisa berupa pelajar, mahasiswa, atau pekerja yang membutuhkan camilan praktis.

Dengan mengenali target pasar, kamu bisa menentukan cara promosi yang lebih sesuai. Bahasa yang digunakan untuk menawarkan produk kepada mahasiswa tentu bisa berbeda dengan cara kamu menawarkan produk kepada ibu rumah tangga.

2. Pilih Media Digital yang Sesuai

Setelah mengetahui target pasar, tentukan media digital yang akan kamu gunakan. Media digital adalah platform yang akan kamu gunakan untuk memperkenalkan dan menjual produkmu melalui internet.

Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook bisa menjadi platform untuk memperkenalkan produkmu serta berinteraksi dengan calon pelanggan. 

Sementara itu, marketplace seperti Shopee atau Tokopedia bisa membantu produkmu ditemukan oleh pembeli yang memang sedang mencari, lengkap dengan sistem pembayaran dan pengiriman yang sudah tersedia sehingga kamu tidak perlu mengurusnya secara manual.

WhatsApp Business sendiri bisa kamu gunakan untuk berkomunikasi dengan pelanggan dan menampilkan katalog produk.  

Namun, kamu tidak perlu membuat akun di semua platform tersebut. Pilih satu atau dua media yang paling sesuai dengan target audiensmu dan realistis untuk kamu kelola secara konsisten.

Baca juga: 8 Contoh Konten Promosi Produk yang Menarik, UMKM Wajib Coba

3. Buat Konten secara Konsisten

Konten adalah materi yang kamu bagikan di media sosial dan bisa berupa foto, video, tulisan, atau informasi mengenai produk.

Kamu juga tidak harus terus-menerus membuat konten yang berisi ajakan membeli, tapi bisa sesekali diselingi dengan konten yang bermanfaat bagi calon pelanggan, seperti tips atau cerita di balik usahamu.

Misalnya, kalau kamu menjual sambal, kamu bisa membuat konten tentang tingkat kepedasan, cara menyimpan sambal agar tahan lama, ide makanan yang cocok dipadukan dengan produkmu, atau proses pembuatannya. 

Sesekali, kamu juga bisa berbagi cerita di balik usaha, seperti asal-usul resep atau proses pengemasan pesanan. Konten seperti ini membantu calon pelanggan mengenal produk dan usahamu sebelum memutuskan untuk membeli.

Supaya lebih mudah dijalankan, buat jadwal untuk mengunggah konten. Misalnya, kamu mengunggah konten produk pada awal minggu, lalu konten tips pada pertengahan minggu, dan konten testimoni pelanggan pada akhir minggu. 

Dengan jadwal seperti itu, kamu jadi tahu kapan harus take konten, konten apa yang perlu dibuat, dan kapan waktu mengunggahnya. Hasilnya, akunmu bisa terus aktif dan peluang ditemukan oleh target audiens pun makin besar.

4. Bangun Branding yang Konsisten

Branding adalah cara membangun identitas dan kesan sebuah usaha agar mudah dikenali oleh pelanggan. Branding tidak hanya berkaitan dengan logo, tetapi juga mencakup warna, foto produk, kemasan, hingga gaya komunikasi yang kamu gunakan.

Coba perhatikan konten-konten yang sering lewat di media sosialmu. Ada akun yang selalu tampil dengan gaya santai dan bahasa yang kocak, ada juga yang konsisten dengan nuansa tenang dan aesthetic minimalis. Nah, pola yang sama bisa kamu terapkan di usahamu. 

Misalnya, tentukan dulu kesan seperti apa yang ingin kamu bangun di mata pelanggan. Setelah itu, terapkan secara konsisten melalui pilihan warna dan desain, gaya bahasa, tampilan produk, kemasan, hingga cara kamu melayani pelanggan. Konsistensi tersebut yang akan membantu pelanggan lebih mudah mengenali dan mengingat usahamu.

Baca juga: 6 Cara Promosi Produk di TikTok agar Jangkau Banyak Pembeli

5. Gunakan Iklan Digital Sesuai Kemampuan Usaha

Kalau usaha kamu sudah punya dana lebih untuk promosi, kamu bisa mencoba menggunakan iklan digital untuk menjangkau lebih banyak calon pelanggan. Iklan bisa dipasang melalui media sosial atau mesin pencari sesuai target pelanggan yang ingin kamu jangkau.

Tidak perlu mengiklankan semua produk atau kontenmu. Kamu bisa memilih produk yang paling banyak diminati atau konten yang sudah mendapatkan respons cukup baik secara organik, kemudian mempromosikannya agar menjangkau lebih banyak calon pelanggan.

Sebelum memasang iklan, tentukan juga tujuan yang ingin kamu capai, misalnya mendapatkan lebih banyak kunjungan ke profil, pesan melalui WhatsApp, atau penjualan. Catat biaya iklan dan hasilnya supaya kamu tahu apakah promosi tersebut layak dilanjutkan atau dicoba lagi.

Namun, kalau saat ini kamu belum memiliki modal yang cukup untuk promosi berbayar, kamu tetap bisa mengandalkan konten organik. Fokus buat konten yang relevan dan konsisten sambil melihat apa yang paling disukai pelanggan. Nanti, ketika sudah ada dana lebih, konten atau produk yang mendapat respons baik bisa kamu promosikan dengan iklan.

6. Berikan Pelayanan yang Memudahkan Pelanggan

Sudah berhasil menarik perhatian pelanggan lewat konten? Jangan sampai mereka batal membeli hanya karena kesulitan mendapatkan informasi atau menghubungi kamu. Buat proses dari bertanya sampai membeli sesederhana mungkin.

Tampilkan informasi penting seperti harga, ukuran, varian, stok, dan cara pemesanan dengan jelas. Kalau pelanggan harus bertanya berkali-kali untuk mengetahui informasi dasar, mereka bisa kehilangan minat sebelum melakukan pembelian.

Oleh karena itu, saat pelanggan menghubungi kamu, berikan respons yang jelas dan sesuai kebutuhannya. Jika ada produk yang habis atau kendala pada pesanan, sampaikan informasinya dan bantu pelanggan menemukan pilihan atau solusi lain.

Pelayanan yang baik juga bisa mendorong pelanggan untuk memberikan ulasan atau testimoni. Jika mereka puas dengan produk dan pelayananmu, kamu bisa meminta izin untuk menggunakan ulasan tersebut sebagai bagian dari promosi. Testimoni dari pelanggan bisa sangat membantu calon pembeli merasa lebih yakin untuk membeli produkmu.

7. Evaluasi Hasil Pemasaran Secara Berkala

Setelah mencoba berbagai strategi di atas, lihat kembali hasil yang kamu dapatkan. Kira-kira strategi mana yang paling banyak membantu usaha, baik dalam menarik perhatian, mendapatkan pelanggan, maupun meningkatkan penjualan?

Misalnya, kamu bisa mencatat berapa banyak pesanan yang berasal dari Instagram, WhatsApp, atau marketplace. Perhatikan juga jenis konten yang paling banyak menghasilkan pertanyaan atau pesanan.

Dari hasil tersebut, kamu bisa menentukan strategi mana yang perlu dilanjutkan, diperbaiki, atau dihentikan. Dengan begitu, waktu dan biaya promosi bisa digunakan untuk kegiatan yang lebih memberikan hasil bagi usaha.

Baca juga: 8 Strategi Jualan Online Efektif agar Penjualan Meningkat

Demikian informasi mengenai strategi digital marketing yang bisa kamu terapkan untuk membantu mengembangkan usaha, mulai dari mengenali target pelanggan hingga mengevaluasi hasil promosi. 

Jika kamu ingin terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola usaha, kamu juga bisa mengikutiProgram Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) dari PNM.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) merupakan lembaga keuangan nonbank milik negara yang memberikan pembiayaan sekaligus pendampingan bagi pengusaha UMKM.

Melalui campaign Melayani Sepenuh Hati, PNM menghadirkan berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan untuk membantu kamu meningkatkan kemampuan dalam mengelola dan mengembangkan usaha, termasuk literasi keuangan dan pemanfaatan teknologi digital.

Untuk mengikuti program tersebut, kamu bisa menjadi nasabahPNM Mekaar atauPNM ULaMM. Selain memperoleh pembiayaan untuk menambah modal usaha, kamu juga akan mendapatkan pendampingan dan pengetahuan yang bisa kamu terapkan dalam menjalankan usaha.

Perlu diingat, PNM tidak menyediakan pinjaman online melalui aplikasi maupun website. Pengajuan pembiayaan hanya dilakukan secara langsung melaluikantor cabang PNM tanpa perantara online.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai pembiayaan dan program pendampingan PNM, kunjungiwebsite resmi PNM atau hubungi call center PNM di 1500-654.