29 June 2026

Skor Kredit: Fungsi, Penyebab Penurunan Skor, dan Cara Meningkatkannya

Skor Kredit: Fungsi, Penyebab Penurunan Skor, dan Cara Meningkatkannya

Akses pembiayaan modal usaha dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan usaha, terutama ketika dibutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan bisnis. 

Namun, proses pengajuan pinjaman usaha tidak hanya bergantung pada kelengkapan dokumen dan kemampuan usaha menghasilkan keuntungan.

Skor kredit adalah salah satu faktor penting yang sering menjadi bahan pertimbangan lembaga keuangan sebelum menyetujui pengajuan pembiayaan. 

Karena itu, memahami cara kerja skor kredit menjadi langkah penting bagi pengusaha UMKM sebelum mengajukan pembiayaan. 

Untuk itu, mari simak artikel ini sampai akhir untuk memahami lebih lanjut tentang skor kredit dan cara menjaganya tetap baik.

Apa Itu Skor Kredit?

Skor kredit adalah nilai atau peringkat yang digunakan oleh lembaga keuangan untuk menilai kelayakan seseorang saat mengajukan pinjaman. 

Nilai ini menjadi gambaran mengenai bagaimana seseorang mengelola kewajiban finansialnya berdasarkan riwayat kredit yang dimiliki.

Secara sederhana, kredit skor adalah ringkasan dari perilaku keuangan seseorang. Dalam proses penilaiannya, lembaga pembiayaan tidak hanya melihat data pribadi seperti usia, pekerjaan, masa kerja, atau status perkawinan, tetapi juga meninjau rekam jejak penggunaan kredit sebelumnya.

Beberapa aspek yang biasanya diperhatikan antara lain jumlah pinjaman yang pernah dimiliki, total kewajiban kredit yang masih berjalan, serta kedisiplinan dalam membayar cicilan tepat waktu. Semakin baik riwayat pembayaran yang dimiliki, semakin baik pula skor kredit yang terbentuk.

Di Indonesia, data yang digunakan untuk menilai skor kredit umumnya berasal dari Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola oleh OJK. Sistem ini mencatat informasi terkait pinjaman dan histori pembayaran debitur pada berbagai lembaga keuangan.

Apa Saja Fungsi Kredit Skor?

Keberadaan kredit skor tidak hanya membantu lembaga keuangan dalam menilai calon debitur, tetapi juga memberikan manfaat bagi peminjam. Berikut beberapa fungsi penting kredit skor yang perlu kamu ketahui.

1. Membantu Evaluasi dan Persetujuan Pengajuan Kredit

Salah satu fungsi utama kredit skor adalah membantu bank atau lembaga pembiayaan dalam menilai kelayakan calon debitur. 

Melalui riwayat kredit yang tercatat, lembaga keuangan dapat menganalisis tingkat risiko peminjam dan mengambil keputusan terkait persetujuan pinjaman dengan lebih cepat dan objektif.

2. Mengukur Kemampuan Membayar Debitur

Kredit skor juga berfungsi sebagai indikator kemampuan seseorang dalam memenuhi kewajiban pembayaran. 

Riwayat pembayaran yang lancar menunjukkan bahwa peminjam memiliki kebiasaan keuangan yang baik dan lebih mampu mengelola cicilan secara bertanggung jawab.

3. Memengaruhi Suku Bunga Pinjaman

Nasabah dengan skor kredit yang baik umumnya dianggap memiliki risiko gagal bayar yang lebih rendah. Oleh karena itu, lembaga keuangan dapat menawarkan suku bunga yang lebih kompetitif dibandingkan nasabah dengan skor kredit rendah.

4. Menentukan Limit Kredit

Skor kredit sering dijadikan salah satu pertimbangan dalam menentukan besaran limit kredit yang dapat diberikan kepada nasabah, baik untuk kartu kredit maupun fasilitas pembiayaan lainnya.

5. Menekan Biaya Operasional Lembaga Keuangan

Melalui sistem penilaian kredit yang terintegrasi, lembaga keuangan dapat melakukan proses verifikasi dan analisis data secara lebih efisien. Hal ini membantu mengurangi biaya operasional sekaligus meningkatkan akurasi dalam proses penilaian kredit.

Baca juga: 14 Cara Mengatur Uang Usaha Kecil yang Efektif dan Praktis

Skor Kredit Menurut OJK

Dalam sistem skor kredit OJK, penilaian riwayat kredit dilakukan melalui SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan). Sistem ini mengelompokkan kualitas kredit debitur ke dalam beberapa kategori sebagai berikut:

- Skor 1: Kredit lancar

- Skor 2: Dalam perhatian khusus

- Skor 3: Kredit tidak lancar

- Skor 4: Kredit diragukan

- Skor 5: Kredit macet

Secara umum, skor yang dianggap baik berada pada kategori 1 atau minimal kategori 2. Semakin rendah kualitas kredit seseorang, semakin besar risiko yang dilihat oleh lembaga pembiayaan saat menilai pengajuan pinjaman.

Karena itu, menjaga pembayaran cicilan tetap lancar menjadi salah satu cara terbaik untuk mempertahankan skor kredit yang sehat.

Apa Saja Penyebab Penurunan Skor Kredit?

Penurunan skor kredit adalah salah satu hal yang dapat berdampak pada penilaian lembaga keuangan saat kamu mengajukan pinjaman.

Adapun beberapa faktor yang dapat membuat nilai kredit seseorang menjadi kurang baik di mata lembaga keuangan, yaitu:

1. Sering Terlambat Membayar Cicilan

Riwayat pembayaran merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap skor kredit. Keterlambatan membayar tagihan atau cicilan secara berulang dapat menjadi sinyal bahwa pengelolaan keuangan belum berjalan dengan baik sehingga skor kredit berpotensi menurun.

2. Memiliki Utang yang Terlalu Besar

Jumlah pinjaman yang terlalu banyak atau penggunaan limit kredit yang hampir penuh dapat meningkatkan tingkat risiko peminjam. Kondisi ini sering kali menjadi salah satu penyebab penurunan skor kredit, karena menunjukkan tingginya beban keuangan yang harus ditanggung.

3. Terlalu Sering Mengajukan Kredit Baru

Mengajukan banyak pinjaman atau fasilitas kredit dalam waktu yang berdekatan dapat menimbulkan persepsi bahwa seseorang sedang membutuhkan dana secara mendesak. Akibatnya, skor kredit dapat mengalami penurunan sementara karena dianggap memiliki risiko yang lebih tinggi.

Baca juga: Cara Mengelola Modal Pinjaman Usaha Mikro dengan Bijak

Bagaimana Cara Meningkatkan Skor Kredit?

Memiliki skor kredit yang kurang baik bukan berarti tidak bisa diperbaiki. Dengan kebiasaan keuangan yang lebih sehat dan disiplin, skor kredit dapat meningkat secara bertahap seiring waktu.

Berikut beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk memperbaiki skor kredit:

1. Periksa Data pada Laporan Kredit Secara Berkala

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan seluruh informasi dalam laporan kredit sudah sesuai. Periksa data pribadi, informasi pinjaman, hingga histori pembayaran untuk memastikan tidak ada kesalahan pencatatan yang dapat memengaruhi penilaian kredit.

2. Hindari Menambah Kartu Kredit atau Pinjaman Baru Secara Berlebihan

Jika sedang berupaya memperbaiki skor kredit, sebaiknya hindari membuka fasilitas kredit baru tanpa kebutuhan yang jelas. Selain itu, usahakan penggunaan limit kredit tetap terkendali agar tidak memberikan sinyal risiko yang tinggi kepada lembaga keuangan.

3. Bayar Tagihan Tepat Waktu dan Kelola Keuangan dengan Baik

Membayar cicilan sesuai jadwal merupakan langkah paling efektif untuk meningkatkan skor kredit. Agar lebih mudah, kamu bisa memanfaatkan fitur pengingat atau pembayaran otomatis dari bank. 

Di samping itu, pastikan setiap keputusan mengambil pinjaman didasarkan pada perencanaan keuangan yang matang sehingga kemampuan pembayaran tetap terjaga.

Memahami skor kredit adalah langkah penting sebelum mengajukan pembiayaan. Dengan menjaga riwayat pembayaran tetap baik, mengelola utang secara bijak, dan menggunakan fasilitas kredit sesuai kemampuan, peluang mendapatkan akses pembiayaan akan semakin terbuka.

Namun, mendapatkan pinjaman bukanlah tujuan akhir, terutama bagi pelaku usaha. Setelah memperoleh pembiayaan, tantangan berikutnya adalah bagaimana mengelola modal tersebut agar dapat mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. 

Karena itu, selain memperhatikan skor kredit, penting juga untuk memilih lembaga pembiayaan yang tidak hanya memberikan akses modal, tetapi turut mendukung perkembangan usaha nasabahnya.

Salah satunya adalah PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang menghadirkan berbagai pelatihan dan pendampingan bagi nasabah PNM Mekaar dan PNM ULaMM

Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen PNM dalam Melayani Sepenuh Hati yang tidak hanya memberdayakan pengusaha mikro dan ultra mikro dari sisi permodalan, tetapi juga memiliki bekal untuk mengembangkan usahanya secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Melalui program ini, nasabah akan mendapatkan pembinaan usaha, pelatihan seputar usaha, keuangan, pengembangan keterampilan digital, hingga kesempatan memperluas relasi bisnis dengan sesama pelaku usaha.

Jangan lupa rutin memantau website resmi serta media sosial resmi PNM, atau menghubungi layanan pelanggan di 1500-654 untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai program pembiayaan dan program pemberdayaan PNM lainnya

Jadi, tunggu apa lagi? Segera bergabung sebagai nasabah PNM Mekaar atau PNM ULaMM di kantor cabang PNM terdekat untuk mendapatkan akses pembiayaan, pelatihan usaha gratis, serta berbagai pendampingan yang dapat membantu usahamu naik kelas!

Baca juga: Pelatihan Usaha Kecil: Materi, Syarat, Beserta Cara Daftarnya